Nusantaraterkini.co, Jakarta - Fraksi PKB MPR menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan K.H. Muhammad Kholil.
Hanya saja acara tersebut hanya dihadiri oleh perwakilan dari keluarga Muhammad Kholil. Sedangkan dari pihak keluarga Gus Dur tidak terlihat hadir dalam acara yang disertai pembacaan doa lintas agama tersebut.
Baca Juga : Ketua Fraksi PKB MPR: Syaikhona Kholil dan Gus Dur Wariskan Teladan Keilmuan dan Kemanusiaan
Ketua Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengatakan ketidakhadiran perwakilan keluarga Gus Dur adalah karena ada acara tasyakuran yang sama di Jawa Timur. Gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan kepada Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa presiden keempat RI itu.
"Kami sudah kirim juga undangan ke keluarga Gus Dur, namun saat yang bersamaan mereka ada tasyakuran juga di Jawa Timur,” jelas Neng Eem, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga : Prabowo Anugerahkan 10 Gelar Pahlawan Nasional 2025, Ini Daftarnya
Anggota Komisi IX DPR ini membantah kalau hubungan keluarga Alm Gus Dur masih kurang harmonis dengan keluarga besar PKB. Namun demikian, Neng Eem menegaskan, jika sebelum Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Keluarga Gus Dur hadir pada saat pencabutan dan pemulihan nama baik saat pimpinan MPR periode lalu memberikan.
"Ya kan dalam waktu pencabutan tap MPR keluarga Gus Dur hadir juga. Dan kebetulan adanya gelar pahlawan ini keluarga Gus Dur diminta hadir di beberapa titik di Jawa Timur," tegasnya.
Neng Eem menambahkan, jika undangan dari PKB ini pun sudah disampaikan kepada pihak keluarga Gus Dur maupun para staff dari keluarga Gus Dur itu sendiri.
"Ada lewat staffnya ada juga lewat Isyakur
Sekedar informasi, Dalam acara tasyakuran ini, hanya tampak foto Gus Dur terpampang dalam spanduk di podium bersama gambar Syaikhona Muhammad Kholil.
(cw1/nusantaraterkini.co)
