Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tega, Anak Perempuan Ditelantarkan dengan Tubuh Penuh Luka: Pelaku Diduga Ayah Korban

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bocah perempuan 7 tahun yang ditelantarkan dengan luka aniaya saat menerima pertolongan pertama di Puskesmas Cipulir II, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/6/2025). (Foto: Thomas Bosco/kumparan).
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anak perempuan berusia sekitar 7 tahun ditemukan dalam kondisi telantar dan penuh luka di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban ditemukan pada Rabu (11/6/2025). Saat ditemukan, kondisinya sangat memperihatinkan. Badannya kurus, wajahnya penuh luka, ada lembam di matanya. Rambutnya juga acak-acakan. Bahkan baju yang dikenakannya juga lusuh. Ia tampak begitu lemas, wajahnya pucat.

Anak itu kemudian dievakuasi oleh petugas Satpol PP dan dibawa ke Puskesmas Cipulir 2, Jakarta Selatan.

Baca Juga : Targetkan Kesetaraan Hak, Pemprov Sumut Dorong Lingkungan Inklusif dan Hapus Stigma Down Syndrome

Dari pemeriksaan yang dilakukan, di tubuh anak itu didapati adanya luka bakar hingga bacokan. Tulang bahunya juga menonjol keluar. Selain itu, bocah tersebut juga berada dalam kondisi dehidrasi.

Luka pada tubuh korban diduga karena perbuatan ayahnya. Saat ini polisi masih mengejar orang tersebut.

"Menurut pengakuan dari anak, ayahnya yang melakukan," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu, dikutip kumparan, Kamis (12/6/2025).

Baca Juga : Video Minta Keadilan Viral, Kasus Keluarga di Langkat Berujung Pengadilan: Restorative Justice dan Diversi Gagal

Belum diketahui identitas anak kecil itu. Kasus itu ditangani oleh tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan.

"Untuk saat ini upaya masih dilakukan ya, semaksimal mungkin baik dari Bareskrim, Polda, kemudian dari kami juga tetap mencari informasi hingga saat ini kami masih melakukan upaya pencarian ayah dari anak tersebut," ucap dia.

Korban mengaku berangkat naik kereta bersama ayahnya dari Stasiun Pasar Turi Surabaya pada Senin (9/6/2025) dan tiba di Jakarta. 

Baca Juga : Anis Byarwati: Kartini Simbol Keberanian Perempuan Pembentuk Peradaban

Setelah itu dibawa ke Pasar Kebayoran Lama. Di sana, bocah tersebut ditinggalkan. Dia tidur di lantai hanya beralaskan kardus hingga akhirnya dievakuasi oleh petugas.

Salah seorang petugas stasiun Pasar Turi Surabaya mengatakan bahwa memang dirinya diperintah oleh pihak kepolisian yang mendatangi Daop 8 Surabaya untuk mengecek database di Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Setelah dicek, petugas tidak menemukan data penumpang bocah perempuan itu maupun orang tuanya.

Baca Juga : Panglima TNI Apresiasi Pemberdayaan Perempuan Dharma Pertiwi untuk Ketahanan Bangsa

"Sudah dilacak ini. (Data) selama 3 bulan (terakhir) enggak ada yang naik. Bapaknya juga juga enggak ada yang naik. Namanya Yusuf Arjuno, bapaknya yang nyiram air panas itu," kata petugas.

Ia memastikan bahwa database yang diperiksa merupakan data seluruh stasiun di Indonesia dan tidak ditemukan atas nama tersebut.

"Enggak, bapaknya pun enggak naik. Berarti enggak di stasiun. Semua database itu semua di seluruh stasiun itu. Bukan hanya di Pasar Turi, semua. Database itu semua, kan online. Enggak cuma Pasar Turi, Jakarta, Bandung, enggak, tapi semua," ucapnya.

Petugas tersebut juga tidak mengetahui apakah korban maupun orang tuanya berasal dari Surabaya.

Dirtipid PPA-PPO Mabes Polri, Brigjen Nurul Azizah, menangani langsung kasus ini. Ia menyampaikan keprihatinan pihaknya pada kondisi anak perempuan yang penuh luka itu.

"Menyampaikan keprihatinan atas ditemukannya anak di bawah umur dalam kondisi telantar dan memprihatinkan di sekitar Kios Ramayana, Pasar Kebayoran Lama Utara," kata Nurul.

Nurul memastikan pihaknya bakal berkoordinasi dengan instansi terkait guna memberi pendampingan kepada korban. Menurut dia, pemulihan kondisi korban mesti diprioritaskan terlebih dahulu.

"Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan anak tersebut mendapat perlindungan, pemulihan, dan pendampingan secara maksimal," ujar dia.

"Keselamatan dan pemulihan anak menjadi prioritas utama kami," lanjut dia.

Korban saat ini dirawat di RS Polri Kramat Jati. Ia sempat mendapat perawatan di RSUD Kebayoran Lama.

Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah, mengatakan pemindahan itu dilakukan agar korban mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

“Kemudian sudah dirujuk dan sekarang sudah kami pindahkan ke rumah sakit Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Tentunya kita doakan bersama mudah-mudahan Ananda bisa segera pulih seperti sedia kala,” kata Nurul.

(Dra/nusantaraterkini.co).