Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tempo 4 Bulan, 84 Pasien DBD Dirawat di RSU Haji

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istockphoto)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mengaku telah merawat 84 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam kurun waktu empat bulan sejak Januari hingga April 2024.

Diketahui, musim panas dan penghujan di Sumatera Utara (Sumut) menjadi penyebab berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. 

Baca Juga : Kasus DBD Sumsel 2025 Tembus 4.130, Kota Palembang Catat Jumlah Tertinggi

"Selama Januari - April 2024, total pasien DBD yang dirawat di RSU Haji mencapai 84 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 4 orang," kata Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, Fitrady Ulianda Siregar kepada wartawan, Rabu (15/5/2024)

Baca Juga : Dinkes Sumsel Siapkan 5.000 Vaksin DBD Gratis untuk Anak di Palembang

Ulianda merinci, pada Januari tercatat sebanyak 23 pasien DBD yang dirawat di RSU Haji Medan dan 1 pasien meninggal dunia. Kemudian pada Februari sebanyak 24 orang pasien dirawat dan 2 orang meninggal. 

"Untuk Maret sebanyak 18 orang yang dirawat dan meninggal dunia tidak ada. Lalu pada April sebanyak 19 pasien DBD yang dirawat dan 1 orang meninggal dunia. Kasus DBD di Medan memang menunjukkan tren peningkatan, terutama saat musim hujan," jelasnya.

Baca Juga : DBD di Sumsel Capai 1.426 Kasus per Mei 2026: Palembang Tertinggi, Tren Menurun

Menurutnya, RSU Haji Medan telah menyiapkan ruang khusus untuk pasien DBD dengan tim medis yang berpengalaman. Pasien DBD umumnya akan mendapatkan perawatan seperti pemberian cairan infus, obat penurun panas, dan monitoring tanda-tanda vital. Tak jarang pasien DBD memerlukan transfusi darah, trombosit, atau plasma.

Baca Juga : Waspada Lonjakan DBD, Dinkes Sumsel Prediksi Puncak Kasus Terjadi Hingga Februari

"Penanganan InsyaAllah sesuai standar tata laksana DBD. RSU Haji Medan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien DBD. Kami memiliki tim dokter dan perawat yang berpengalaman, serta fasilitas yang memadai untuk menangani pasien DBD," terangnya.

Dia menambahkan DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Gejala DBD antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, dan mual muntah.

Baca Juga : Masyarakat Ngaku Puas dengan Program Berobat Gratis Sumut Berkah

"Pada kasus yang parah, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan, syok, dan gagal organ," urainya. 

Baca Juga : IKM Layanan RSU Haji Lampaui Target

Oleh karena itu, tambahnya, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Dengan melakukan pencegahan yang tepat, maka masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini.

"Jika mengalami gejala DBD, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Di RSU Haji Medan sendiri, tenaga medis tak lupa memberikan informasi tentang tata laksana penyakit ke pasien atau keluarga," bebernya.

Pencegahan DBD sangat penting untuk meminimalisir risiko penyakit ini. Maka pencegahan DBD dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Menguras: Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, tempayan, dan drum air.

2. Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air, seperti bak mandi, tempayan, dan drum air.

3. Memanfaatkan: Memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air, seperti ban bekas, botol plastik, dan kaleng bekas.

4. Mengajarkan: Mengajarkan kepada anggota keluarga tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya.

5. Melakukan fogging secara berkala untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti.

(zie/nusantaraterkini.co)