Terbakar di Landasan Pacu Haneda, Berikut 5 Fakta Tabrakan Japan Airlines
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Maspakai Japan Airlines (JAL) mengalami kecelakaan di landasan pacu Bandara Haneda Tokyo, Jepang pada Selasa (2/1/2024) sore waktu setempat.
Japan Airlines mengalami kebakaran setelah bertabrakan dengan pesawat lain di landasan pacu. Pesawat Airbus A350-900, dilansir dari laman CNNIndonesia pada Rabu (3/1/2024) menabrak dan terbakar pascamendarat di landasan pacu Bandara Haneda sekitar pukul 17.47 waktu setempat.
Baca Juga : Japan Airlines Tabrakan dengan Pesawat Lain, 5 Orang Tewas Dalam Insiden Ini
Japan Airlines mendarat di Haneda setelah terbang dari Kota Sapporo di Jepang Utara.
Berikut 5 Fakta Tabrakan Japan Airlines
KBRI Selidiki WNI di Pesawat JAL yang Terbakar
Baca Juga : Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan
Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo langsung berkoordinasi dengan Otorita Bandara Haneda Jepang. Ini dilakukan untuk mencari informasi perihal warga negara Indonesia (WNI) dalam insiden pesawat Japan Airlines yang terbakar pada Selasa (2/1/2024) sore.
“KBRI Tokyo sedang berkoordinasi dengan Otorita Bandara mengenai kemungkinan adanya penumpang WNI pada pesawat Japan Airlines tersebut,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha. Selain itu, KBRI Tokyo juga mengantisipasi kemungkinan adanya WNI yang terjebak di Bandara Haneda karena adanya pembatalan sejumlah penerbangan.
Ratusan Jadwal Penerbangan Terganggu
Baca Juga : Lokasi Jatuhnya ATR 42-500 Milik IAT Ditemukan di Lereng Selatan Gunung Bulusaraung
Insiden tabrakan pesawat di landasan pacu ini membuat sejumlah maskapai menjadwal ulang hingga membatalkan total hingga mencapai 100 penerbangan.
Jadwal 100 penerbangan dari dan menuju Bandara Haneda yang mencakup 19 ribu penumpang terpaksa berubah akibat insiden ini. Japan Airlines membatalkan 44 penerbangan domestik ke dan dari Haneda. All Nippon Airways membatalkan 54 penerbangan domestik dan satu penerbangan Internasional.
Sementara itu, perusahaan Kereta Api Jepang Pusat mengumumkan akan menyediakan layanan kereta cepat tambahan sebagai tanggapan atas pembatalan penerbangan domestik. Pihaknya telah menjadwalkan empat layanan kereta cepat tambahan dari Tokyo ke Stasiun Shin-Osaka.
Baca Juga : Disnaker Kota Medan Fasilitasi 1.017 Warga Bekerja ke Luar Negeri Periode Januari-Mei 2026
nusantaraterkini.co/uploads/images/202401/image_870x_6594022bb5c91.jpg" alt="">
Penyebab Tabrakan Masih Diselidiki
Hingga saat ini penyebab kecelakaan dan tabrakan antara pesawat Japan Airlines dan pesawat pengirim bantuan itu belum diketahui. NHK melaporkan manufaktur pesawat Airbus asal Prancis bakal mengirim tim spesialis untuk membantu penyelidikan kecelakaan ini.
Baca Juga : Kemnaker Gandeng Prefektur Miyazaki, Perluas Peluang Penempatan Magang Teknis ke Jepang
Airbus mengatakan pengiriman tim ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Produsen pesawat tersebut mengatakan kepada NHK bahwa tujuan pengiriman tim adalah untuk memberikan bantuan teknis kepada otoritas keselamatan transportasi Jepang.
Tabrakan dengan Pesawat Bantuan Gempa
Pada rekaman video dari media Jepang NHK, terlihat pesawat Japan Airlines yang membawa 367 penumpang dan 12 awak kabin itu menabrak sebuah pesawat yang berujung dengan kobaran api besar di landasan pacu.
Api terlihat berkobar dari jendela dan bagian bawah pesawat Airbus Japan Airlines 516 usai kecelakaan tersebut.
Pesawat yang bertabrakan dengan Japan Airlines itu merupakan pesawat milik Pasukan Penjaga Pantai Jepang yang hendak mengirim bantuan untuk korban gempa.
Menurut informasi, pesawat Penjaga Pantai yang ditabrak Japan Airlines akan berangkat dari Bandara Haneda ke Pangkalan Udara di Prefektur Niigata untuk membantu pengiriman bantuan korban gempa.
Lima Orang Tewas
nusantaraterkini.co/uploads/images/202401/image_870x_6594cd808cbef.jpg" alt="">
Lima orang awak pesawat Penjaga Pantai dipastikan tewas dalam insiden kecelakaan pesawat ini. Kelima orang tewas tersebut merupakan awak pesawat penjaga pantai, yang hendak melakukan misi pertolongan gempa Jepang ke Prefektur Ishikawa.
Hanya seorang yang selamat dalam pesawat jenis Bombardier Dah-8 penjaga pantai yang ditabrak pesawat Japan Airlines. Sementara itu, seluruh 367 penumpang pesawat Japan Airlines berhasil selamat dan dievakuasi.
Para penumpang dan kru Japan Airlines terlihat keluar pesawat menggunakan perosotan darurat melarikan diri dari api ketika petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang semakin membesar.
Itulah tadi 5 fakta terbakarnya pesawat Japan Airlines saat bertabrakan dengan pesawat lain di landasan pacu.
(Akb/nusantaraterkini.co)
