nusantaraterkini.co, TAPUT - Wakapolres Taput, Kompol SP Nahampun sosok anggota polri yang patut diberi apresiasi.
Pasalnya, demi tugas kemanusiaan, perwira menengah kepolisian ini bahkan tak memikirkan keselamatannya.
Demi masyarakat maupun pengguna jalan agar tak terjebak material longsor, di kawasan Sitahuis, ia bergerak cepat ke lokasi.
Baca Juga : Volume Angkutan BBM KAI Divre I Sumut Tembus 145 Ribu Ton pada Mei 2026
Setelah berhasil memberikan rambu-rambu agar tak melintas jalan yang tertutup, dirinya bersama anggota malah terjebak longsor.
Alhasil, Kompol SP Nahampun terjebak di tengah-tengah antara longsor.
Ia bersama anggotanya pun nekat memanjat material longsor untuk melaporkan adanya titik longsor baru di bawah yakni daerah Lobu Pining.
Baca Juga : Sumut Targetkan Tanam 27 Hektare Mangrove Tahun Ini
Wakapolres Taput Kompol SP Nahampun mengatakan kondisi terkini di Tapanuli Utara ada puluhan titik bencana longsor, khususnya di sepanjang jalan dari Desa Parsingkaman hingga Lobu Pining.
Sementara, jalan yang tertutup total ada sebanyak tiga titik.
"Kami sampaikan kejadian berlangsung pada Senin subuh. Yang pertama, ada tiga hingga empat titik di Desa Parsingkaman Sibalanga alami tertutup jalan total. Sehingga saat ini dilakukan pembersihan material," kata Kompol SP Nahampun, Selasa (26/11/2025).
Baca Juga : Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Patroli Daerah Perbatasan, Jaga Pintu Masuk dari Ancaman Narkoba
Dalam proses evakuasi, alat berat dari Disprovsu dan alat berat Dinas PUTR Taput sedang bekerja membersihkan material longsoran.
"Ada satu unit alat berat PUTR Taput yang bekerja. Namun karena cuaca tidak kondusif, titik longsor bertambah," bebermya.
"Kita bisa hitung dari Parsingkaman yakni perbatasan antara Kabupaten Taput dengan Tapteng menuju Desa Lobu Pining, ada sebanyak 40 hingga 50 titik longsor," sambungnya.
Baca Juga : Dapur SPPG di Deliserdang Dimonopoli, Warga Pasar Gambir Menduga ada Udang Dibalik Batu
Selain, material longsor, pohon tumbang juga menambah parahnya akses jalan hingga tak bisa dilalui kendaraan hingga kini.
"Akibatnya, akses jalan terputus akibat timbunan material longsor dan pepohonan yang tumbang," ucapnya.
Ia berharap, material longsoran sesegera mungkin dapat dibersihkan.
Baca Juga : BNN Razia Kos-Kosan di Binjai, Empat Penghuni Positif Narkoba dan Dua Bong Disita
Pihaknya juga berupaya mengevakuasi yang diduga korban tertimbun longsor di titik yang lain.
Karena akses utama hanya satu jalan saja, mereka harus menyelesaikan ruas jalan yang terdekat dari Taput menuju Tapteng.
"Selain itu, ada beberapa korban yang hingga saat ini belum bisa kita evakuasi. Semoga secepatnya bisa dievakuasi. Kita sudah hadir di sini. Harapan kita, akses bisa dibuka sehingga kita bisa tiba di Desa Parsingkaman sehingga para korban yang tertimpa longsor segera dapat kita evakuasi," ungkapnya.
Baca Juga : Pemadaman Berulang Pasca-blackout, LAPK Pertanyakan Komitmen PLN
Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan jumlah korban yang tertimbun longsor tersebut.
"Beberapa korban sudah berhasil dievakuasi tadi malam dan sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kalau jumlah pastinya belum bisa kita sampaikan, namun estimasinya 15 hingga 20 orang," terangnya.
"Kita masih menunggu tim evakuasi bekerja dan akhirnya kita pastikan jumlah korban," pungkasnya mengakhiri.
(mft/Nusantaraterkini.co).
