Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pelatih Tim Beregu Putra tenis meja Lampung Hadi Yudho sangat bersyukur atas kemenangan yang telah diraih para anak asuhnya.
Hadi mengaku, bahwa dirinya memang mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk mengalahkan Jawa Timur.
Baca Juga : Perkuat Sinergitas Polri -PTMSI, KONI dan Kadispora Olahraga Bersama
"Memang tujuan saya sebelumnya, saya bergabung di Lampung cuma satu keinginan saya, untuk Jawa timur," ucapnya saat bertemu wartawan, Sabtu (14/9/2024).
Baca Juga : Indonesia Punya Potensi Olahraga Tenis Meja, Ketua IPL 2024 : Ada Harapan Kembalikan Kejayaan
Hadi mengatakan, ketika Pra PON lalu, ia masih berstatus sebagai pelatih Jawa Timur, dan meloloskan Jatim ke PON. Tapi tanpa sebab yang pasti, secara sepihak, tim dari pihak Jatim memberhentikannya sebagai pelatih.
Karena itu ia lantas mempunyai keinginan kuat untuk mengalahkan Jatim. Keinginan itu pada akhirnya terbukti usai Hadi mampu membawa tim Lampung meraih medali emas pada cabang olahraga beregu putra tenis meja.
Baca Juga : Polisi Gugur saat Gagalkan Begal di Lampung, Habiburokhman Sampaikan Duka Mendalam
"Karena waktu Pra PON pelatihnya Jawa timur saya, tapi saya diberhentikan dengan tidak ada pemberitahuan. Padahal saya meloloskan Jawa timur ke PON tau-tau di ganti. Dari situ akhirnya ada sebuah keinginan, keharusan untuk saya kalahkan itu Jawa timur, dan akhirnya saya penuhi di tim Lampung," jelasnya.
Baca Juga : Usul Hentikan Mudik Motor Gratis, Pemerimtah Diminta Tambah Kuota Bus dan Kereta Gratis
Hadi menceritakan awal mula dirinya melatih tim Lampung, saat dirinya diberhentikan oleh pihak Jatim. Beberapa hari kemudian ia dihubungi oleh temannya untuk melatih Lampung, dikarenakan pelatih tim Lampung sebelumnya tidak bisa melanjutkan kepelatihannya karena berhalangan.
Hadi mengakui, bahwa tim Jatim yang saat ini bertanding bukanlah tim yang di asuhnya saat lolos ke PON lalu.
Baca Juga : Presiden Prabowo Siap Bertanggung Jawab Penuh Jika Rakyat Kelaparan
"Makanya dengan begitu saya sangat puas sekali di final saya kalahkan Jawa Timur. Di atas gunung yang tinggi masih ada yang lebih tinggi, jadi orang itu harus selalu menghargai orang lain, harus tau tata cara dan tata krama secara baik," pungkasnya.
Baca Juga : Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
