nusantaraterkini.co, MEDAN - Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Sri Lelawangsa dengan sebuah mini bus, terjadi di perlintasan Kereta Api Medan-Binjai K.M 10,8 Desa Mulio Rejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (18/10/2025) sekira pukul 21.30 WIB.
Akibat insiden nahas ini, tiga orang penumpang minubus yang merupakan satu keluarga dikabarkan mengalami luka berat dan saat ini tengah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu Jefriadi Silaban menjelaskan, kecelakaan ini bermula pada saat mini bus jenis Daihatsu Sigra BK 1408 AEI yang dikemudikan Basri Ibrahim (52) warga Jalan M Yakub, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan ini, hendak menyebrang perlintasan rel yang ada di lokasi.
Baca Juga : Proses Identifikasi Rampung, 4 Sisa Jasad Korban Bus ALS Diserahkan ke Keluarga
Namun pada saat tengah berada di tengah perlintasan rel yang tanpa palang pintu itu, secara bersamaan muncul Kereta Api Sri Lelawangsa dari arah Medan menuju Binjai yang langsung menabrak bagian depan mobil hingga terseret sejuh 50 meter.
"Saat kejadian, mini bus hendak menyebrang perlintasan untuk keluar ke arah Jalan Medan-Binjai. Karna kondisi hujan lebat dan saat itu perlintasan tidak ada palang pintu, kemungkinan pengemudi tidak melihat kereta yang juga tengah melintas. Sehingga terjadilah kecelakaan," jelas Iptu Jefriadi Silaban, Minggu (19/10/2025) siang.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut pun langsung berupaya menolong korban. Dengan alat seadanya, warga berupaya mengeluarkan ketiga korban dari dalan mobil yang ringsek tertabrak kereta api.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
"Jadi korbannya ada tiga, Basri Ibrahim (52) pengemudi, Lili Wulandari (30) dan Nayya Almaira Azzahra (5). Ketiganya merupakan satu keluarga yang berdomisili di Jalan M.Yakub, Kecamatan Medan Perjuangan," ujar Kanit Lantas Polsek Sunggal.
Untuk ketiga korban sendiri, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Betesda lantaran luka parah akibat benturan kecelaan yang terjadi.
"Untuk Basri (pengemudi) kondisinya tidak sadarka diri, dan istrinya Lili Wulandari mengalami luka patah hidung dan kaki serta terdapat luka-luka di sebagian tubuhnya. Sementara anak mereka, Nayya Almaira mengalami luka robek di bagian kepala dan telinga," ungkapnya.
Semetara itu, akibat kecelakaan yang terjadi ini, perjalanan Kereta Api Sri Lelawangsa Medan tujuan Binjai pun sempat tertunda lantaran turut mengalami usakan mati mesin.
Sehingga, Kereta beserta penumpang yang ada di dalam nya ini pun terpaksa harus di tarik kembali menuju Stasiun Medan menggunakan Lokomotif bantuan.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
