Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

TKD Prabowo - Gibran Sumut soal Ramai Petisi ke Jokowi : Kami Menyikapi dengan Tenang, Riang

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ist
Ukuran Huruf
A A Sedang

NUSANTARATERKINI.CO, MEDAN - Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menanggapi santai perihal ramainya petisi yang disampaikan akademisi dari berbagai Universitas kepada Presiden Jokowi. 


Ketua TKD Sumut, Ade Jona Prasetyo menyebut, pihaknya tak akan menanggapi berlebihan terkait hal itu. 

"Ya kita tidak mau menanggapi yang berlebihan. Kita cukup tenang menghadapi ini," kata Jona ditemui usai nobar debat Capres, Minggu (4/2/2024) malam. 

Baca Juga : Ade Jona Prasetyo Optimistis Bisa Meraih Kemenangan Sekali Putaran

Menurutnya, petisi yang disampaikan sejumlah akademisi kepada presiden Jokowi adalah bagian dari dinamika politik

Pihaknya lanjut Jona, tak ingin menjadi hal itu sebagai sesuatu yang menakutkan jelang pemilihan umum 14 Februari. 

"Ya namanya dinamika politik, itu hal biasa. Tapi bagaimana cara kita menyikapi ini hari dengan tenang, riang dan gembira," lanjutnya. 

Baca Juga : Ade Jona: Jangan Sampai Tidak Gunakan Hak Suara pada Pemilu 2024

Sambung Jona, TKD Prabowo dan Gibran Sumut terus fokus bagaimana memenangkan pemilihan presiden satu putaran. 

Jona yakin pihaknya mampu untuk mendulang 60 persen suara pada pilpres 2024.

"Melihat debat terakhir ini, kami sangat yakin. Kami fokus di Provinsi Sumut yang hari ini, kami yakin, akan menyumbang kemenangan, sesuai target, yaitu 60 persen." bebernya.

Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan

Petisi yang disampaikan sejumlah kampus di tanah air semakin sering disampaikan para akademisi. Dalam pernyataan, para akademisi dan guru besar meminta agar Jokowi kembali pada pakem demokrasi. 

Para akademisi menilai, presiden telah keluar pada kewenangannya dengan ikut ikutan dalam pemilihan presiden dengan mendukung salah satu presiden. 

Presiden pun diminta agar bersikap sebagai negarawan dengan berdiri pada semua lapisan masyarakat dan tidak menggunakan kewenangannya sebagai presiden untuk mendukung paslon. 

Baca Juga : 2 Tahun Buron, Polisi Ringkus Pembunuh Pria di OKU Selatan 

(*/nusantaraterkini.co)