TKD Sumut Yakin Pasangan Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, Berdasarkan Hal Ini
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Target kemenangan satu putaran yang diusung pasangan calon presiden (Capres) nomor urut dua bukan hanya ucapan semata, target tersebut berdasarkan hitungan secara rasional.
“Kita sudah melihat elektabilitas pasangan dengan tagline gemoy itu terus meningkat. Bahkan dari hasil survei yang dilakukan dari berbagai lembaga, pasangan ini terus berada di atas para pesaingnya,” kata Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Ade Jona, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga : Kritik DPR Dinilai Lemah, Firman Soebagyo: Pengawasan Harus Demi Kepentingan Rakyat
Ia mengatakan dominasi ini menjadi satu bukti dari bukti lainnya dan target tersebut bukan sesuatu yang berlebihan.
Pria yang juga maju sebagai calon legislatif DPR RI Dapil Sumut 1 nomor urut dua dari Gerindra itu juga menjelaskan, hasil survey dilakukan berbanding lurus dengan jumlah massa yang hadir dalam setiap kegiatan kampanye Prabowo - Gibran di berbagai daerah.
Jumlah massa mencapai puluhan ribu, bahkan ratusan ribu. Ini menunjukkan popularitas Prabowo - Gibran menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.
Baca Juga : Pujakesuma Bersatu Komitmen Dukung Program Prabowo-Gibran untuk Rakyat
"Ramainya massa yang hadir dalam setiap kampanye terbuka maupun hasil survey menandakan masyarakat semakin percaya dengan Prabowo-Gibran memimpin negara ini ke depan. Oleh sebab itu, Tim Kemenangan Prabowo-Gibran, terkhusus TKD Prabowo-Gibran Sumut akan memberikan dukungan terbaik untuk mendorong kemenangan pasangan ini," katanya, Selasa (16/1/2024).
Tiga Alasan Elektabilitas Prabowo-Gibran Meningkat
Apa yang disampaikan Ade Jona juga dikuatkan dengan pernyataan Teddy Gusnaidi, selaku Wakil Ketua Umum dan Juru Bicara Partai Garuda.
Baca Juga : Ranking FIFA Timnas Indonesia Melesat Usai Bungkam Oman 3-0, Tembus Posisi 118 Dunia Menggusur Korea Utara
Melalui cuitannya di akun Twitter/X miliknya, memberikan penjelasan rasional terkait kemungkinan Prabowo-Gibran meraih kemenangan dalam satu putaran.
Ada tiga alasan yang menjadi pertimbangannya. Pertama, modal suara. Modal suara Prabowo untuk Pemilu 2024 sekiranya dapat diidentifikasi dari suara pemilih pada Pemilu 2014 dan 2019.
Selisih suara antara Prabowo dan Jokowi pada kedua pemilu tersebut tidak terlalu signifikan yang dimana sama-sama berjumlah cukup besar.
Baca Juga : Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 614,5 Gram Sabu Asal Aceh di Banyuasin
Kedua, pergeseran suara pendukung dari Jokowi ke Prabowo. Dimana, perolehan suara Prabowo akan meningkatkan di Pilpres 2024. Munculnya Gibran sebagai pasangan calon wakil presiden setidaknya akan semakin memberikan keyakinan bagi pendukung Jokowi untuk memberikan suaranya pada Prabowo.
Ketiga, sosok kandidat lain akan mempengaruhi keputusan pemilih, terutama pemilih muda yang masih meraba-raba pilihan politik mereka. Dukungan dari para pemilih ini memperkuat posisi Prabowo.
Data menunjukkan bahwa pemilih Prabowo pada Pemilu 2014 mencapai 62 juta, meningkat menjadi 68 juta pada Pemilu 2019.
Baca Juga : Diwariskan dari Sang Ayah, Presiden Prabowo Sandang Marga Rangkuti
Pada Pemilu 2024, mayoritas pemilih Jokowi beralih mendukung Prabowo seiring sikap berseberangan yang diambil salah satu kandidat lain terhadap Jokowi.
"Meski dalam posisi yang menguntungkan, Prabowo-Gibran menunjukkan sikap rendah hati dan fokus pada kampanye mereka. Mereka tidak terlalu percaya diri dan tetap berupaya keras untuk memenangkan pemilu presiden satu putaran," pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Pemerasan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
