Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

TKN Sebut Gerakan “Salam 4 Jari” Upaya Turunkan Elektabilitas Prabowo-Gibran

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid ditemui di Hotel Patra Semarang, Jumat (26/1/2024).(KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid, mengatakan, gerakan “salam 4 jari” untuk memengaruhi elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran.

“Ya kalau (gerakan) nolak kan surveinya enggak naik. Gerakan-gerakan untuk menolak 02 kan sudah berbagai cara,” kata Nusron di Media Center TKN, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2024) dilansir Kompas.com.

Nusron mengatakan bahwa Prabowo-Gibran mendapat gerakan penolakan berbagai cara, seperti isu politik dinasti. Kendati demikian, Nusron mengeklaim bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran justru naik.

Baca Juga : TKN Sebut Setelah Prabowo Ditetapkan Jadi Presiden Terpilih, Pasti Banyak Kejadian Politik

“Macam-macam (gerakannya), tapi tren surveinya naik terus ya alhamdulillah. Kalau kayak gitu biarkan rakyat yang menilai ya. Namanya orang lagi panik usaha boleh-boleh saja, itu kan bentuk rasa kepanikan,” kata Nusron. Kampanye salam empat jari pertama kali muncul media sosial X.

Gerakan ini dinarasikan sebagai cara mengalahkan pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Gerakan tersebut juga sebagai bentuk perlawanan atas ambisi Prabowo-Gibran menang satu putaran di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Baca Juga : MK Tolak Permohonan Kubu 01 dan 03, TKN Minta KPU Segera Mensahkan Prabowo Gibran Jadi Presiden dan Wapres

Salam empat jari diartikan pula sebagai bersatunya pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. (rsy/nusantaraterkini.co)