Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Toge Panyabungan Takjil Legendaris Khas Mandailing di Medan

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Ham
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Toge Panyabungan Martondi merupakan minuman khas masyarakat Mandailing Natal yang sudah melegendaris di Kota Medan.

Apalagi saat memasuki bulan suci Ramadan, minuman menyegarkan ini menjadi salah satu paling banyak diburu warga Medan. Para pedagang Toge Panyabungan Martondi ini banyak ditemui di kawasan Jalan Letda Sujono Medan.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota Laksanakan Employee Volunteering Bagikan Ratusan Paket Takjil

Toge Panyabungan adalah minuman segar yang terdiri dari lupis, cenil, pulut hitam, tapai, cendol, lalu disiram kuah santan dan gula aren. Satu porsi dibanderol Rp13 ribu.

Baca Juga : Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP, Jonatan Tarigan Bagikan 1000 Takjil ke Warga Binjai

"Selama Ramadan kita bisa menghabiskan kurang lebih 700 porsi perhari, dengan harga per porsinya Rp13 ribu," kata seorang pedagang Toge Panyabungan, Elvi Suryani Nasution, Sabtu (23/3/2024).

Elvi mengatakan kuliner ini merupakan salah satu makanan tradisional khas Panyabungan yang digemari warga untuk menu berbuka puasa. Dia menyebut selain segar, Toge Panyabungan juga menyehatkan karena dibuat tanpa campuran bahan pengawet.

Baca Juga : Dr Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat

"Selain toge panyabungan kita juga menjual menu berbuka seperti jongkong, Serabi, pecal, kue basah dan juga gorengan. Kita buka jualan mulai dari jam 13:00 WIB siang hingga pukul 18:00 WIB Petang. Saat Ramadan ini penjualan meningkat dan cepat habis," ujarnya.

Baca Juga : Dave Laksono Apresiasi Kemkomdigi Lakukan Ini Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Elvi mengaku sebelumnya usaha berjualan Toge Panyabungan dirintis oleh orang tuanya. Kini, ia menyebut usaha sudah berlangsung sudah selama 33 tahun.

"Untuk penjualan Toge Panyabungan Martondi kita tidak mempunyai cabang, cuma satu di sini saja dan kita sudah berjualan selama lebih kurang 33 tahun. Saya menjalankan usaha ini sebagai generasi ke-2 setelah orang tua saya," pungkasnya.

(HAM/nusantaraterkini.co)