Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tokoh Pendidikan Sumut Prof Syawal Gultom Wafat, Dedikasinya untuk Unimed Jadi Warisan Abadi

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Guru Besar dan Mantan Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom. (Foto: dok Unime)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDANDunia pendidikan di Sumatera Utara berduka atas wafatnya Syawal Gultom, Ketua Senat Universitas Negeri Medan (Unimed), pada Senin (27/4/2026) dini hari.

Kabar kepergian akademisi senior tersebut menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Unimed, tetapi juga masyarakat luas dan insan pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Prof Syawal mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 02.50 WIB di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada hari yang sama setelah Salat Ashar.

Baca Juga : Sinergi Teknologi dan Hati: Pesan Rico Waas pada Momentum 80 Tahun PGRI Medan

Pihak rektorat dan seluruh sivitas akademika Unimed menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang dikenal sebagai pemimpin visioner, akademisi berdedikasi, dan panutan bagi banyak kalangan.

“Beliau adalah figur yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan universitas dan kemajuan pendidikan nasional. Dedikasi serta pengabdiannya akan selalu dikenang,” demikian pernyataan resmi dari keluarga besar Unimed.

Selama hidupnya, Prof Syawal dikenal aktif menyuarakan berbagai gagasan strategis untuk memajukan pendidikan. Salah satu karya terbarunya adalah buku berjudul Membangun Negeri dari Sekolah yang diluncurkan pada September 2025 di Auditorium Unimed.

Baca Juga : Tim PKM-RE Kimia UNIMED Sulap Limbah Sawit dan Botol Plastik Jadi Adsorben

Buku tersebut ditulis bersama Dionisius Sihombing dan Salman Munthe. Melalui karya itu, ia menekankan pentingnya peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter sekaligus pendorong utama pembangunan bangsa.

Dalam berbagai kesempatan, Prof Syawal juga kerap menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pemikirannya mengenai peningkatan kualitas guru, pemerataan akses pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian dari warisan intelektual yang akan terus hidup.

Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan. Doa pun mengalir agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Baca Juga : Tim PKM-RSH UNIMED Teliti Keberlanjutan Etnozoologi di Sungai Wampu Langkat

(Dra/nusantaraterkini.co).