Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tradisi Kegiatan Selama Bulan Ramadan di Indonesia yang Beragam

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist
Ukuran Huruf
A A Sedang

NUSANTARATERKINI.CO - Tradisi berbuka puasa ramadan dapat dilakukan oleh individu atau keluarga Muslim secara bersama-sama. 

Saat adzan Maghrib berkumandang, umat Muslim berbuka puasa ramadan dengan menyantap makanan ringan seperti kurma atau kurma, air putih, atau jus buah sebelum shalat Maghrib. 

Setelah shalat Maghrib, biasanya ada makan malam yang lebih lengkap dengan berbagai hidangan termasuk nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan.

Baca Juga : Poken Bante, Pengobat Rindu Kampung Halaman Bagi Perantau di Madina

Tradisi berbuka puasa ramadan juga menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan teman, mempererat hubungan sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti rasa syukur, kesederhanaan, dan pengendalian diri dalam menahan lapar dan haus selama berpuasa.

Indonesia memiliki keragaman budaya yang menarik, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. 

Kekayaan budaya Indonesia memperkaya tradisi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, misalnya tradisi berbuka puasa dengan menyantap makanan bersama atau yang dikenal dengan istilah ngabuburit

Baca Juga : Mengenal Malam Lailatul Qadar dan Kemuliaan di Dalamnya

6 tradisi berbuka puasa ramadan di Indonesia yang beragam dan menarik berikut ini.

1. Buka puasa bersama

Bukber atau buka puasa bersama merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk saling bersilaturahmi, dan sering digunakan sebagai ajang reuni untuk bertemu dengan teman lama dari sekolah, kantor, dan rekan kerja lama.

Baca Juga : Dr Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat

Kegiatan ini biasanya dilakukan pada minggu kedua puasa hingga hari terakhir puasa, karena berbuka puasa bersama orang-orang terkasih lebih diprioritaskan pada minggu pertama puasa.

2. Ngabuburit

Tradisi Indonesia yang tidak boleh dilewatkan selama bulan Ramadhan adalah Ngabuburit. 

Baca Juga : Dave Laksono Apresiasi Kemkomdigi Lakukan Ini Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Ngabuburit dalam bahasa Sunda berarti "menunggu sore", dan mengacu pada kegiatan menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan aktivitas seperti berjalan-jalan atau mencari makanan takjil.

3. Bagi-bagi takjil

Indonesia memiliki tradisi membagikan takjil gratis di masjid, musholla, dan pinggir jalan, yang dimaksudkan untuk berbagi kehangatan dengan umat Muslim yang sedang dalam perjalanan atau telah melakukan perjalanan jauh dan tidak dapat berbuka puasa, atau mereka yang membutuhkan. 

Baca Juga : Pakat Khas Mandailing jadi Favorit Makanan Masyarakat saat Ramadan

Ada berbagai macam makanan yang tersedia, termasuk bubur manis, kue-kue, jajanan pasar, gorengan, dan minuman yang menyegarkan.

4. I'tikaf di masjid

I'tikaf adalah kegiatan berbuka puasa bersama di masjid dan berdiam diri di masjid sepanjang malam untuk berdzikir dan beribadah hingga tiba waktu sahur. 

Baca Juga : Hukum Suami Istri Berhubungan Badan di Bulan Ramadan

I'tikaf biasanya dilakukan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan untuk menandai malam Lailatul Qadar.

5. Pesantren kilat

Pesantren kilat adalah kegiatan yang biasanya dilakukan di sekolah-sekolah untuk para siswa agar ibadah puasa mereka lebih khusyuk, namun tidak jarang juga dilakukan di berbagai tempat di sekitar rumah seperti mushola, masjid, rumah guru ngaji, dan sebagainya untuk mempelajari ilmu agama Islam sambil menunggu waktu berbuka.

6. Tadarusan atau membaca Al-Quran bersama

Tadarusan adalah kegiatan pengajian bersama di mana dua orang atau lebih membaca dan mengaji bersama dari sore hari sebelum berbuka puasa hingga malam hari atau jam 10 malam setelah salat Tarawih selama bulan Ramadhan.

Kegiatan setahun sekali ini biasanya dirayakan untuk menggelar khatam Alquran yang dilakukan satu hari satu juz, selain itu pada malam ramadhan ke-17 kitab suci Al Quran juga diturunkan.

Sebab itulah, umat muslim berbondong-bondong untuk berbuat kebaikan. 

(*/nusantaraterkini.co)