Nusantaraterkini.co, WHASINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (23/3/2026) mengklaim, Washington telah mencapai poin-poin kesepakatan penting dengan Iran dalam pembicaraan akhir pekan yang berlangsung hingga larut malam pada Minggu (22/3/2026).
Dia juga mengisyaratkan bahwa Selat Hormuz dapat dikendalikan bersama antara AS dan Iran, meski saat ini kedua negara sedang berperang.
Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon
"Kita lihat ke mana arahnya," kata Trump kepada wartawan di bandara di West Palm Beach, tempat dirinya menghabiskan akhir pekan.
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama
Trump juga menambahkan bahwa utusannya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner turut bergabung dalam negosiasi tersebut.
Dia mengeklaim Iran memulai pembicaraan tersebut, mengatakan bahwa jika perundingan berjalan lancar, perang AS-Israel dengan Iran akan berakhir dan Selat Hormuz dapat segera dibuka kembali.
Baca Juga : Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak, Ketidakpastian Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasar
Ketika ditanya apakah Iran masih akan mampu mengendalikan jalur air penting tersebut, Trump menjawab bahwa jalur air itu akan dikendalikan bersama.
Baca Juga : IRGC: 23 Kapal Lintasi Selat Hormuz di Bawah Pengawasan Ketat Iran
Namun, Trump menolak menyebutkan identitas negosiator Iran yang terlibat dalam diskusi dengan AS, hanya mengatakan bahwa Washington sedang berbicara dengan orang penting dari Iran, tetapi bukan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
Menurut laporan media AS dan Israel, Witkoff dan Kushner sedang bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, sementara kantor berita Iran, Tasnim News Agency, membantah laporan tersebut.
Baca Juga : AS Kembali Gempur Iran Selatan, Trump Ultimatum Tehran: Selesaikan atau Kami Hancurkan
Trump juga mengisyaratkan bahwa akan ada bentuk perubahan rezim yang sangat serius di dalam Iran.
Baca Juga : Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima
"Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim, tetapi kita sedang berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat rasional, sangat solid," katanya.
Sebelumnya pada Senin itu, Trump mengatakan kepada media AS bahwa AS sangat bertekad untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, seraya mengeklaim bahwa Iran juga sangat ingin mencapai kesepakatan.
Dia juga menulis di media sosial bahwa AS dan Iran telah menggelar pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" selama dua hari terakhir dan mengumumkan penundaan serangan AS yang direncanakan terhadap infrastruktur energi Iran.
Namun Iran membantah adanya pembicaraan tersebut, dan menggambarkan langkah Trump sebagai upaya untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk rencana militernya.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
