Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Trump Klaim Venezuela Bakal Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS Usai Penangkapan Maduro

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah orang berpartisipasi dalam aksi protes menentang serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela di New York City, AS, pada 3 Januari 2026. (Foto: Xinhua/Zhang Fengguo)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (6/1/2026) mengatakan, otoritas Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada AS, dan hasil yang didapat dari minyak tersebut akan digunakan untuk keuntungan rakyat Venezuela dan AS.

Minyak itu akan dijual dengan harga pasar dan pendapatannya akan dikelola sendiri oleh Trump sebagai presiden AS, kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Minyak dari Venezuela tersebut akan dikirim langsung ke dermaga bongkar muat di AS, kata Trump, seraya menambahkan bahwa Menteri Energi AS Chris Wright telah ditugaskan untuk melaksanakan rencana itu.

Baca Juga : Antisipasi Kasus Venezuela, DPR Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Fiskal dan Energi

Pernyataan Trump tersebut disampaikan hanya beberapa hari setelah pasukan AS melancarkan serangan militer terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dan menangkap paksa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya di wilayah Venezuela.

Baca Juga : Trump Tegaskan Tak Ada Pemilu di Venezuela dalam Waktu Dekat Usai Tangkap Maduro

Pemerintahan AS menuai kecaman dan gelombang protes luas menyusul serangan militer skala besar itu, yang oleh banyak pihak dinilai sebagai tindakan melanggar hukum yang terutama didorong oleh keinginan untuk menguasai cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.

Merujuk pada "minyak" sekitar 20 kali dalam konferensi persnya pada Sabtu pascaoperasi militer tersebut, Trump mengatakan kepada NBC News pada Senin (5/1/2026) bahwa Washington kemungkinan akan mensubsidi perusahaan-perusahaan minyak AS untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua