Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ungkap Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung

Editor :  Annisa
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto: Istockphoto/wildpixel
Ukuran Huruf
A A Sedang

Penyakit jantung menjadi momok penyakit yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

Nusantaraterkini.co - Masyarakat mengetahui akan penyakit jantung seperti serangan jantung dan henti jantung. Meski sama-sama terjadi pada jantung, namun ada perbedaan antara kedua kondisi tersebut.

"Ini dua hal yang kedengarannya sama, padahal ini adalah dua kondisi yang berbeda," ungkap spesialis jantung dan pembuluh darah dr Siska Suridanda Danny, SpJP(K), dalam temu media, Jumat, (23/2/2024), dilansir dari DetikHealth.

Baca Juga : 10 Jenis Penyakit Jantung yang Paling Sering Terjadi, Kenali Gejala dan Risikonya Sejak Dini

dr Siska menjelaskan serangan jantung merupakan kondisi dimana otot-otot pada satu atau lebih arteri koroner tersumbat yang terjadi secara tiba-tiba atau mendadak.

"Sehingga sebagian otot jantung mengalami kerusakan, akibat tidak mendapatkan asupan oksigen. Gejala umumnya adalah nyeri dada," katanya.

Sedangkan henti jantung adalah kondisi dimana jantung yang mendadak berhenti berdenyut.

dr Siska mengatakan penyebab henti jantung yang paling sering adalah serangan jantung.
Namun, hal itu bukan satu-satunya penyebab terjadinya henti jantung.

Baca Juga : Waspada! Stres Berkepanjangan Bisa Picu Henti Jantung Mendadak, Kenali Gejalanya Sejak Dini

"Bisa juga karena gangguan irama jantung, penyakit jantung katup, kardiomiopati hipertrofik, dan lain-lain itu juga bisa menyebabkan henti jantung," jelas dr Siska.

"Gejala umum yang muncul adalah kejang atau tiba-tiba tidak sadarkan diri," lanjutnya.

Dilansir dari DetikHealth, kardiomiopati hipertrofik (HCM) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi ventrikel kiri, yang merupakan ruang pemompaan utama jantung. Dinding ventrikel kiri menjadi tebal dan kaku, dikutip dari Penn Medicine.

Baca Juga : IPDN Tegaskan Tak Ada Kekerasan di Balik Kematian Calon Praja Maulana Izzat: Korban Sempat Mengeluh Lemas

Seiring berjalannya waktu, jantung tidak mengambil atau memompa cukup darah pada setiap detak jantung untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 

Kondisi HCM ini biasanya disebabkan oleh varian genetik yang diturunkan (kardiomiopati hipertrofik familial).

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Sumber: DetikHealth