Nusantaraterkini.co, MANILA - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr diduga memakai narkoba dalam video yang viral di media sosial, tetapi kepolisian setempat menyebutnya sebagai video palsu.
Video itu memperlihatkan seorang pria berambut gelap dengan wajah mirip Marcos Jr menghirup bubuk putih yang dia pegang.
Tayangan tersebut juga ditampilkan dalam kampanye di Los Angeles yang diadakan kelompok politik afiliasi rival sekaligus pendahulu Marcos, Rodrigo Duterte.
Baca Juga : Cekcok di SPBU saat Antre BBM, Sopir Turk Meninggal Dunia usai Ditusuk
Kampanye ini disiarkan langsung di laman Facebook stasiun tv pro-Duterte, SMNI, di Filipina pada Senin (22/7/2024) dini hari, beberapa jam sebelum Marcos menyampaikan pidato kenegaraan tahunan kepada Kongres.
"Jelas dari video itu bahwa itu bukan presiden kita. Video mereka palsu dan jelas tidak nyata," kata Menteri Pertahanan Filipins Gilberto Teodoro pada Senin setelah video itu viral di media sosial.
Teodoro menambahkan, video itu bagian dari "rencana serius untuk mengacaukan pemerintahan kita". Kantor berita AFP melaporkan, video tersebut menyebar cepat di Facebook, YouTube, dan TikTok.
Baca Juga : Melawan saat Ditangkap, Residivis Curi Laptop Diberi Timah Panas Polisi
Salah satu unggahan di Facebook bahkan mendapat tak kurang dari delapan juta views. Mantan juru bicara Duterte, Harry Roque, juga mengunggahnya di laman Facebook miliknya dengan caption dalam bahasa Tagalog, "Anda nilai sendiri". Video itu telah ditonton 17.000 kali.
Pakar forensik kepolisian menggelar konferensi pers pada Selasa (23/7/2024) untuk membuktikan bahwa pria di video itu bukanlah sang presiden.
Foto Marcos Jr disandingkan dengan pria tak dikenal itu untuk membandingkan bentuk wajah mereka. Dari gambar yang diperbesar, terlihat telinga kanan Marcos Jr lebih besar untuk ukuran wajahnya, berbeda dengan telinga pria di video yang melengkung di bagian atas.
Baca Juga : Di Bawah Langit yang Sama, Merawat Pancasila dalam Kehidupan
"Baik itu AI (kecerdasan buatan) atau penipu atau apa pun itu, sejauh yang diketahui (polisi), itu bukanlah presiden," kata Menteri Dalam Negeri Filipina Benjamin Abalos.
"Itu orang yang berbeda berdasarkan telinganya. Itu bahkan belum memperhitungkan garis rahang dan seluruh struktur wajah," imbuhnya.
Keluarga Marcos dan Duterte berselisih secara terbuka dan sengit saat berupaya memperkuat basis dukungan guna mengamankan posisi kunci menjelang pemilihan paruh waktu 2025.
Baca Juga : Tanggapi Lagu Viral Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Menghibur, Bukan Body Shaming
Duterte dan Marcos Jr saling menuduh sebagai pencandu narkoba, tetapi keduanya sama-sama tak membeberkan bukti atas tuduhan mereka. (rsy/nusantaraterkini.co)
