Nusantaraterkini.co, MALANG - Seorang penjual bakso bernama Fery viral di sosial media karena membangun jalan desa menggunakan uang pribadi.
Fery rela merogoh koceknya dalam-dalam demi membangun jalan di Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Tidak tanggung-tanggung, Fery menghabiskan uang pribadinya hingga sekitar Rp 10 miliar untuk membangun jalan di desa tempat tinggalnya.
Baca Juga : Bangun Dunia Kerja Inklusif, Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas
Viral penjual bakso dermawan yang bangun jalan desa
Dilansir dari laman Surya.co.id, Nama Fery mendadak viral setelah video tentang pembangunan jalan desa yang didanainya menyebar di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat bahwa jalan desa yang semula rusak itu telah disulap menjadi jalan rabat beton.
Baca Juga : Super League : Brace Gabriel Silva Bawa Singo Edan Amankan Poin Penuh di Kanjuruhan
"Donaturnya dari Bapak Fery, beliau asli warga sini," kata Sukri, warga setempat sekaligus kepala tukang yang menggarap pembangunan jalan, Kamis (26/12/1024), seperti dikutip dari Surya.co.id.
Sukri menjelaskan, kondisi jalan rusak ini sudah terjadi sejak 2017 silam. Kondisi jalan mulai mengelupas aspalnya, hanya menyisakan bebatuan sehingga membuat pengendara tidak nyaman terutama warga setempat. ia juga menyebut bahwa warga sudah mengajukan perbaikan jalan ke desa, namun belum ditindaklanjuti.
Jalan desa dibangun bersama warga secara bertahap
Baca Juga : TMMD ke-127 Simalungun Resmi Ditutup, Masyarakat Bisa Akses Jalan Sepanjang 2,3 KM
Fery yang telah menjadi perantau yang sukses di Kota Batam ternyata turut prihatin melihat kondisi jalan di desanya.
Meskipun ia tinggal jauh dari tanah kelahirannya, namun Fery masih memiliki kepedulian untuk membangun desa.
"Tahun 2019 itu, jalan di sini mulai dibangun. Tapi beberapa tahap pengerjaanya," terang Sukri.
Hingga 2024, pembangunan jalan di Dusun Segelan Sidomulyo sudah mencapai 5 tahap. Jalan desa sepanjang sekitar 1,5 kilometer itu kini sudah dicor.
Sukri juga menyampaikan, bahwa dana yang digelontorkan Fery ini untuk membangun jalan ini kurang lebih mencapai Rp 10 miliar.
Walau begitu, dalam prosesnya pengecoran jalan dibantu oleh warga secara swadaya. Warga juga secara bergotong royong membantu mengecor jalan.
Kemudian, warga juga secara bergantian menyediakan konsumsi bagi para pekerja.
"Ini ngecornya pas nggak musim hujan, kalau hujan kita berhenti," tandasnya. Pengecoran jalan terakhir dilakukan pada November 2024 karena sudah memasuki musim hujan, sehingga warga berhenti untuk mengecor jalan.
Fery tidak hanya membantu membangun jalan desa
Ketua RT 01/RW 16, Yuda Prasetyo menyebut bahwa Fery talah sejak lama merantau dari tempat tinggalnya ke Batam.
Di sana, ia telah menjadi pedagang bakso yang sukses. Meskipun telah tinggal dan sukses di Batam, sesekali Fery masih menyempatkan diri untuk pulang k arena masih ada keluarga yang tinggal di desa ini.
Yuda menambahkan, atas bantuan Fery, kini warga desa bisa merasakan berkendara dengan nyaman. Mereka sudah tidak lagi merasakan jalan makadam.
"Ya warga jadi senang, kalau berpergian enak. Nanti rencananya seluruh jalan di Dusun Segelan mau dirabat. Tapi ini kan bertahap," tukas Yuda.
Kebaikan Fery juga diungkap oleh sang Ketua RT. Ia menyebut bahwa sosok Fery memang dikenal dermawan sejak dulu. Hal ini terbukti sumbangsihnya dalam memajukan desa.
"Sejak dulu Pak Fery ini dermawan, tak hanya jalan yang dibangun, ada masjid, TPQ, dan lapangan sepak bola yang dibantu Pak Fery," kata Yuda. (rsy/nusantaraterkini.co)
