Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

WNI Bentrok dengan Polisi Timor Leste di Perbatasan Inbate, Satu Warga Luka Tembak

Editor :  hendra
Reporter :  Dra
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bentrokan warga Indonesia dan Polisi Perbatasan Timor Leste di wilayah perbatasan di Kabupaten Timor Tengah Utara. (Foto: ANTARA/Ho-Polres TTU)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, TIMOR TENGAH UTARA – Suasana mencekam sempat pecah di kawasan perbatasan Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Pada Senin (25/8/2025), warga Indonesia terlibat bentrokan dengan aparat Polisi Perbatasan Timor Leste atau Unidade De Patrulhamento Da Fronteira (UPF).

Kericuhan berawal ketika sejumlah warga Timor Leste melakukan pengukuran tanah di area yang sejak lama masih dipersengketakan. Lahan pertanian tersebut diklaim sebagai bagian dari wilayah Indonesia, namun versi sebaliknya disebut milik Timor Leste berdasarkan tafsir berbeda atas Provisional Agreement on the Land Boundary 2005.

Kesepakatan Adat Dilanggar

Baca Juga : Puan Maharani Tekankan Perlindungan WNI di Luar Negeri di Tengah Ketidakpastian Global

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menjelaskan bahwa sebelumnya kedua belah pihak telah bersepakat secara adat untuk tidak memasang patok di atas lahan tersebut sampai ada penyelesaian resmi. Namun, kesepakatan itu rupanya diabaikan.

“Nah, akhirnya kejadian. Ada warga kita yang tertembak, padahal jauh sebelumnya, awal Juli, kami sudah bersurat agar masalah ini ditangani lebih serius,” kata Yosep dikutip kumparan, Rabu (27/8/2025).

Satu Warga Luka Tembak

Baca Juga : BP3MI Pastikan 15 WNI di Kamboja Aman Meski Masih Terkendala Dokumen

Korban diketahui bernama Paulus Oki, warga Desa Inbate. Ia terkena tembakan peluru karet di bagian bahu kanan. Paulus segera dilarikan ke rumah sakit dan beruntung hanya mengalami luka ringan. Saat ini kondisinya berangsur membaik.

Polisi Temukan 8 Selongsong Peluru

Polda NTT langsung turun tangan. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa aparat keamanan bersama Satgas Pamtas RI–RDTL bergerak cepat menenangkan situasi.

Baca Juga : Mandala Memanas, 2 Kelompok Ormas Terlibat Bentrok usai Hadiri Acara Pelantikan

"Pendekatan persuasif kami kedepankan. Warga tidak dibiarkan menghadapi situasi ini sendirian. Kami hadir, mendengar keluhan mereka, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Dari olah TKP yang dilakukan Polres TTU, tim Inafis menemukan delapan selongsong peluru dan satu proyektil di lokasi. Bukti itu diduga berasal dari senjata aparat UPF. Temuan ini juga sesuai dengan keterangan saksi yang mendengar sekitar delapan kali letusan senjata saat bentrokan terjadi.

Situasi Kini Kondusif

Baca Juga : Bentrok Kelompok Ormas di Medan, Dua Orang Warga Jadi Korban

Meski sempat memanas, aparat TNI–Polri bersama Forkopimda berhasil meredam ketegangan. Untuk sementara, warga diminta menahan diri dan tidak beraktivitas di lahan yang disengketakan demi menghindari konflik lanjutan.

Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat dan otoritas Timor Leste segera duduk bersama mencari solusi permanen, agar sengketa lahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu tidak kembali memicu korban di kemudian hari.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Rumah Pensiunan PNS di Demak Dibakar Pria Bertopeng, Aksi Terekam CCTV dan Pelaku Masih Diburu Polisi