Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Zakiyuddin Harahap Instruksikan Percepatan dan Sinkronisasi Lintas Sektor di Sekolah Rakyat Medan ​

Kejar Target Operasional 30 Juli

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap meninjau progres proyek pembangunan sekolah rakyat di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Senin (30/3/2026).(foto: diskominfo medan)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.coMEDAN – Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, merupakan prioritas utama yang harus segera dioperasikan guna melayani masyarakat. Saat meninjau langsung progres proyek pada Senin (30/3/2026), Zakiyuddin menekankan pentingnya akselerasi pembangunan agar fasilitas pendidikan ini dapat mulai beroperasi secara resmi pada 30 Juli 2026.

"Target operasional ini menjadi fokus utama Pemerintah Kota Medan, mengingat proyek ini telah menjadi barometer nasional," ujar Zakiyuddin, di sela-sela peninjauan pembangunan sekolah rakyat tersebut.

Baca Juga : Pemko Medan Kumpulkan 20 Ton Sampah Saat Gotong Royong Peringati Hari Lingkungan Hidup

​Dalam upaya mengejar target tersebut, Zakiyuddin menginstruksikan langkah percepatan yang tidak hanya berfokus pada bangunan utama, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung secara simultan. Ia memerintahkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Camat dan Lurah untuk segera turun ke lapangan guna menuntaskan pembangunan drainase dan pemasangan lampu penerangan jalan. 

Baca Juga : Wakil Wali Kota Medan Imbau Pedagang Segera Aktifkan Kembali Lapak di Pasar Aksara Baru

Zakiyuddin menegaskan bahwa lingkungan pendidikan yang layak tidak boleh mengabaikan aspek sanitasi dan keamanan. Karenanya, ia meminta pengerjaan dilakukan secara terpadu melibatkan PDAM dan PLN. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemasangan pipa serta kabel utilitas dilakukan bersamaan dengan pengaspalan jalan guna menghindari praktik bongkar pasang yang selama ini menghambat efisiensi waktu dan anggaran.

​Didampingi Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadis Perkimcikataru Jhon Lase, dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba, Zakiyuddin melakukan pertemuan strategis dengan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara dan perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota diperkuat melalui rencana rapat koordinasi lanjutan guna memastikan setiap tahapan pekerjaan dalam sisa waktu 92 hari ke depan berjalan presisi. 

Baca Juga : Pemko Medan Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya

"Langkah taktis ini diambil untuk menjamin target penyelesaian fisik pada 30 Juni dapat tercapai tanpa kendala teknis yang berarti di lapangan," ungkapnya.

Baca Juga : Gus Ipul Dorong Transformasi Kepala Sekolah Menjelang Operasional Sekolah Rakyat Permanen

Sebelumnya  Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara serta perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Eva, menjelaskan pentingnya dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan. Sehingga, kata dia, pengerjaan sesuai target, mengingat proyek jni akan menjadi salah satu ikon pendidikan baru di Kota Medan. 

 

“Medan diharapkan menjadi tolok ukur secara nasional. Saat ini penutup atap sudah terpasang, ini menjadi ikon pertama untuk Sekolah Rakyat,” ujarnya 

Baca Juga : Siap untuk Ajaran Baru, 93 Sekolah Rakyat Permanen Dikebut Rampung Bulan Juni

 

Ia menjelaskan, pembangunan SR di Medan mencatat progres yang cukup signifikan. Secara nasional, capaian pembangunan SR di Medan termasuk yang tertinggi. Bahkan, untuk Kota Medan sendiri progresnya telah mencapai 28 persen. 

 

Dari total pekerjaan, sebanyak 13 bangunan telah menyelesaikan struktur utama. Dengan sisa waktu sekitar 92 hari menuju target 30 Juni, Pihaknya optimistis pembangunan dapat terus dikejar. 

 

“Kita optimis, jika semua berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat ini bisa mulai beroperasi pada 30 Juli 2026,” katanya. 

 

Meski demikian, Eva mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait kesiapan lingkungan pendukung. Ia menyoroti infrastruktur dasar seperti drainase, jalan lingkungan, serta lampu penerangan jalan yang belum sepenuhnya siap. 

 

“Lingkungan sekitar masih perlu pembenahan. Drainase, jalan, hingga penerangan harus segera diselesaikan agar memenuhi syarat kelayakan,” pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)