Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Akses PLTA Sipan Sihaporas Tapteng Tertimbun, Warga dan Perusahaan Kerahkan Dua Alat Berat

Editor :  Rozie Winata
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Terlihat alat berat ekskavator lagi bekerja mengangkat batuan besar yang memenuhi jalan menuju PLTA Sipan Sihaporas, yang terlebih dahulu dipecah dengan alat berat lainnya, Kamis (11/12/2025). (Foto: Jasman Julius Mendrofa/ Nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Pascabanjir dan tanah longsor yang menimpa wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), banyak daerah yang harus mendapatkan penangan serius, terutama akses jalan. Salah satunya akses jalan menuju PLTA Sipan Sihaporas, Kecamatan Pandan.

Lokasi ini terdapat dua akses jalan, namun satu terputus total, disebabkan badan jalan longsor ke arah sungai dan tidak bisa dilewati sama sekali. Satu lagi telah tertimbun longsoran tanah disertai bebatuan besar yang tidak mampu didorong oleh alat berat ekskavator.

Namun bekerjasama secara swadaya masyarakat dibantu oleh pembiayaan dari PLTA Sipan Sihaporas akses jalan dari timbunan longsoran tanah dan batu dikerjakan dengan memakai dua alat berat, ekskavator dan ekskavator pemecah batu.

Baca Juga : Jembatan Bailey Anggoli Tapteng Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih

Tambunan, Kepling III Kelurahan Sipan Sihaporas mengungkapkan, dibantu pihak perusahan PLTA dilakukan pembukaan akses jalan.

"Kita harus memakai dua alat berat, sebab longsoran tanah disertai batu besar yang harus dipecah dulu baru diangkat beko," ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Ia juga mengatakan, akses jalan dengan kendaraan roda dua, memang sudah bisa diawal pengerjaan, namun saat ini fokus agar kendaraan roda empat agar dapat masuk ke wilayah Kelurahan Sipan Sihaporas dan juga agar aktivitas PLTA dapat berjalan lancar dalam memenuhi pasokan listrik.

Baca Juga : Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Sumut Direkomendasikan Dua Minggu Lagi: 18 Kabupaten/Kota Belum Aman

Dikonfirmasi soal apa ada korban jiwa pada saat terjadi longsor, Zulham mengungkapkan tidak ada korban jiwa.

"Hanya korban luka satu orang, tiga jarinya terputus dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit, serta satu rumah hancur total tertimbun tanah," ungkapnya.

Hingga saat ini, 17 hari pascabencana pengerjaan akses jalan masih terus berlangsung dibantu oleh masyarakat sekitar.

(Jjm/Nusantaraterkini.co)