Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aktivis 98: Gerakan Hamas Antitesa Kolonialisme Israel

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati mengatakan, Kelompok Militan Hamas adalah bagian dari pejuang gerakan pembebasan nasional Palestina.

"Hamas itu antitesa dari kolonialisme Israel di Palestina, hukum sebab akibat berlaku. Ada penjajahan, maka wajar ada perlawanan dari rakyat yang dijajah," katanya, Selasa (18/6/2024).

Baca Juga : Aktivis 98 Bram Manurung Dukung Kejagung Bongkar Korupsi eks HGU PTPN 2 di Deliserdang

Menurut Ikhyar, penjajah Belanda dulu mengatakan jika pejuang kemerdekaan RI dengan sebutan ekstremis, sama persis dengan label teroris yang di berikan Israel kepada Hamas.

Baca Juga : Polemik 4 Pulau Aceh-Sumut, Aktivis 98: Kemendagri Bawa Peta Tapi Lupa Baca Arsip

"Gerakan perlawanan Hamas sama persis dulu dengan munculnya laskar-laskar rakyat di Nusantara ketika mengusir penjajah Belanda. Dulu Belanda menyebut para pejuang rakyat yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata dengan sebutan kaum ekstrimis, dan saat ini pun Israel menyebut pejuang Hamas dengan sebutan teroris," jelasnya 

Ikhyar menyebutkan, stigma teroris yang diberikan kepada Hamas oleh Israel dan Amerika Serikat bertujuan untuk melegalkan penjajahan Israel atas Palestina, sekaligus mengucilkan gerakan perlawanan rakyat Palestina di mata Internasional.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel

"Tujuan stigma tersebut hanya satu, melegalkan penjajahan Israel sekaligus mengucilkan dan memberikan stigma negatif kepada gerakan rakyat Palestina tersebut agar tidak mendapat dukungan internasional," terangnya.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi

Ikhyar menuturkan lebih lanjut jika masih ada politisi atau media mainstream masih menyebut Hamas sebagai gerakan teroris, bisa di pastikan mereka adalah antek Zionis Internasional.

"Jadi sudah jelas, jika ada politisi maupun madia mainstream masih menyebut Hamas sebagai gerakan teroris, bisa dipastikan mereka merupakan agen Zionis Internasional di Indonesia, sadar atau tidak sadar," tandasnya.

(zie/nusantaraterkini.co)