Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Sekretariat DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) menganggarkan dana sebesar Rp10,86 miliar untuk pengadaan berbagai fasilitas mewah di rumah dinas empat pimpinan dewan, mulai dari meja biliar hingga sistem pemanas air (heat pump).
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP per 9 Maret 2026, terdapat 17 paket pengadaan yang dialokasikan khusus untuk kebutuhan rumah tangga pimpinan.
Baca Juga : Polda Sumsel Siagakan Fasilitas Dapur Lapangan dan Layanan Kesehatan Gratis saat Peringatan Hari Buruh
Dari total anggaran tersebut, Wakil Ketua III DPRD Sumsel mencatatkan alokasi tertinggi senilai Rp4,29 miliar, disusul Wakil Ketua I sebesar Rp3,3 miliar, Wakil Ketua II senilai Rp2,91 miliar, sementara Ketua DPRD tercatat paling sedikit dengan Rp151 juta.
Baca Juga : Pengadaan Meja Biliar DPRD Sumsel Dibatalkan, Pengamat Ingatkan Waspada Munculnya 'Anggaran Siluman'
Berikut adalah rincian pengadaan yang tercantum dalam data SIRUP LKPP:
Ketua DPRD Sumsel (Andie Dinialdie):
Baca Juga : Fantastis, Rencana Pengadaan Meja Biliar Rumdis Pimpinan DPRD Sumsel Diisukan Capai Rp486 Juta
1. Meja biliar: Rp 151.000.000 Total: Rp 151.000.000
Wakil Ketua I DPRD Sumsel (Raden Gempita):
1. Lampu gantung hias rumah dinas: Rp 604.664.300
2. Meubelair rumah dinas: Rp 2.298.822.400
3. Alat olahraga rumah dinas: Rp 200.000.000
4. Audio sound rumah dinas: Rp 200.000.000 Total: Rp 3.303.486.700
Wakil Ketua II DPRD Sumsel (Nopianto):
1. Pembangunan arsitektur aula tahap II: Rp 1.879.000.000
2. Alat sound system: Rp 200.000.000
3. Roller blind: Rp 319.000.000
4. Roller blinds (kedua): Rp 315.000.000
5. Alat sound system (kedua): Rp 200.000.000 Total: Rp 2.913.000.000
Wakil Ketua III DPRD Sumsel (Ilyas Panji Alam):
1. Meubelair rumah dinas: Rp 2.301.324.000
2. Calmic hygiene: Rp 354.000.000
3. Alat gym: Rp 395.000.000
4. Meja biliar: Rp 335.900.000
5. Heat pump: Rp 776.000.000
6. Sound system: Rp 135.000.000 Total: Rp 4.297.224.000
Pengadaan Hordeng seluruh pimpinan: Rp 200.000.000
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas DPRD Sumsel Hadiyanto menjelaskan jika daftar pengadaan tersebut masih bersifat usulan sementara dan dapat mengalami perubahan atau pembatalan.
"Iya, masih bisa dibatalkan. Harga itu masih tidak tentu juga, itu masih bukaan dan usulan. Nanti, siapa yang memberi harga terendah yang akan kita pilih," ujar Hadiyanto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/3/2026).
Di sisi lain, Pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar menilai sejumlah paket pengadaan tersebut tergolong berlebihan dan tidak memiliki urgensi yang jelas bagi kinerja legislatif.
"Banyak yang tak masuk akal. Semisal alat gym itu, yang Rp1,5 juta juga ada di toko online, tidak harus yang mahal. Kemudian ada juga heat pump, mau buka sauna apa di rumah dinas?,” imbuhnya.
Ia menyayangkan jika anggaran negara justru digunakan untuk memenuhi hasrat pribadi para elit politik alih-alih berfokus pada kesejahteraan rakyat banyak.
"Pengadaan ini lebih cenderung untuk meluapkan keinginan dan hasrat mereka, tidak berpihak kepada masyarakat banyak. Seharusnya mereka berpihak kepada konstituen," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
