nusantaraterkini.co, JAKARTA - Angka golput pada pemilihan serentak 2024 tergolong tinggi. Wakil ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyebut KPU RI harus dipanggil untuk melakukan evaluasi.
Menurutnya, bukan hanya KPU RI saja, KPU beberapa daerah lainnya harus dipanggil untuk mengevaluasi hal itu bersama komisi II.
“Saya rasa harus dipanggil ya, untuk evaluasi,” ucapnya Jumat (29/11/2024).
Baca Juga : Polemik Ambang Batas 2029: Dede Yusuf Sebut Penurunan Angka Bukan Jaminan Suara Rakyat Terselamatkan
Namun, menurut Dede, pemanggilan ini tak akan dilakukan dalam waktu dekat. Komisi II akan mempersilakan KPU menyelesaikan perhitungan suara terlebih dahulu.
“Nanti kita selesaikan dulu perhelatan mereka kita enggak akan manggil dalam waktu 2-3 hari ke depan. Karena, biar mereka menyelesaikan dulu tahapan baru setelah itu kita evaluasi,” ucapnya.
Salah satu angka golput tinggi berada di Pilgub Jakarta. Angka golput mencapai 46,95 persen.
Baca Juga : Kemendagri Minta Pemda Tahan Euforia Tahun Baru, Utamakan Empati di Tengah Bencana
Angka partisipasi pemilih pada Pilgub DKI Jakarta 2024 hanya mencapai 4.357.512. Padahal, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 8.214.007. Artinya, partisipasi pemilih di Ibu Kota ada di angka 53,05 persen.
(Dra/nusantaraterkini.co).
