Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Besok, Aliansi Tabagsel Bersatu Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi Damai Terkait Skandal CSR ke Polres Tapsel

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Suhut Gultom
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur Eksekutif KPI, Rahmad Parlindungan berfoto bersama pengurus KPI, usai rapat aksi unjuk rasa berkelanjutan terkait skandal CRS BI - OJK. (Foto: dok Humas KPI)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, TAPSEL - Aliansi Tabagsel Bersatu mengaku akan menyerahkan pemberitahuan aksi ke Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) terkait dugaan skandal dana CSR BI dan OJK yang saat ini ditangani KPK.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Komunitas Pena Indonesia (KPI), Rahmad Parlindungan ketika dihubungi wartawan, Kamis (2/8/2025) malam. 

Baca Juga : Nama Gubernur Riau Masuk dalam Kasus Dugaan Korupsi CSR BI, KPK Diminta Periksa

Rahmad menyebutkan bahwa pada Kamis (4/9/2025) nanti, pihaknya akan menggelar unjuk rasa damai, di 3 titik lokasi yakni, di Kantor Bupati Tapsel, DPRD Tapsel dan di depan Kantor Camat Angkola Timur.

Aksi bertujuan untuk mendesak Ketua DPRD Kabupaten Tapsel agar mendorong KPK, mengungkap skandal CSR BI-OJK yang menyeret nama Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu pada saat anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024.

"KPK telah menetapkan dua anggota DPR RI, Satori dan Heri Gunawan mantan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024 sebagai tersangka," sebutnya.

Baca Juga : LSAK Desak KPK Telusuri Yayasan yang Dipakai Anggota Komisi XI DPR Penikmat CSR BI

Diketahui, lanjutnya, pengakuan Satori bahwa sebagian besar anggota Komisi XI DPR RI, juga menerima dana bantuan sosial tersebut. KPK akan mendalami keterangan ini, termasuk dugaan keterlibatan anggota dewan lainnya.

"Pengakuan tersebut yakni aliran dana yang diduga mencapai Rp25 miliar, per anggota pada periode tersebut," ujar Rahmad

Rahmad menerangkan, bahwa untuk titik lokasi yang ke 3 yang dilaksanakan di depan Kantor Camat Angkola Timur, merupakan bentuk aksi solidaritas, mendesak KPK untuk memanggil dan memeriksa pelaku skandal CSR BI-OJK secepatnya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga : 2 Anggota DPR Tersangka Korupsi CSR BI Memalukan Perpolitikan Nasional

"Kita pinta KPK memeriksa dan menangkap Gus Irawan Pasaribu saat menjabat anggota DPR RI Komisi XI," terangnya.

Rahmad mengingatkan kepada masyarakat untuk menaikkan imunnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, apalagi saat ini ekonomi masyarakat melemah akibat korupsi yang marak.

"Masyarakat Tabagsel khususnya masyarakat Tapsel, pada 4 September ini, mari kita bersatu mengungkap dan mendukung KPK, untuk menangkap pelaku korupsi terkait skandal CSR BI-OJK," pesannya.

(Sgm/nusantaraterkini.co)