Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bidan di Dumai Disekap dan Ditodong Pistol Oleh Pasien

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, DUMAI - Seorang bidan di Kota Dumai, Riau bernama Siti Aisyah (34) mengalami nasib sial. Dia dirampok dan diancam pasiennya sendiri dengan senjata api saat melakukan pengobatan di rumah.

Informasi diterima, perampokan menimpa Siti Aisyah pada Sabtu (13/7/2024) lalu. Bahkan, pelaku beraksi dengan mengancam pakai parang dan senjata api.

"Benar, kejadian Sabtu kemarin dialami oleh istri saya. Sudah lapor ke polisi," kata suami korban, Saprizan, Jumat (19/7/2024).

Baca Juga : Camat yang Kedapatan Mesum di Dalam Mobil Terancam Pecat

Dalam aksinya, pelaku menghubungi nomor praktek korban. Pelaku bertanya apakah Siti bisa mengobatinya dan datang ke rumah di Jalan Gunung Slamet, Bumi Ayu, Dumai.

Korban mengaku bisa dan langsung datang ke rumah pelaku. Saat itu, pelaku mengaku istrinya sedang pergi belanja dan meminta agar korban menunggu.

Tidak lama setelah melakukan pengobatan, korban tiba-tiba dibekap dari belakang oleh pelaku lain. Korban diancam pakai senjata api dan parang agar tidak melawan.

Baca Juga : Besok Peringatan Hari Bidan, Sayangnya Tranding Bidan di X Berbaur Konten Dewasa

"Iya, ada pakai parang sama senjata api. Itu dialami istri saya," kata Saprizan lagi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Primadona membenarkan peristiwa yang menimpa sang bidan. Bahkan, kasus itu kini ditangani jajaran Satreskrim Polres Dumai.

"Kasus pencurian dengan kekerasan terjadi Sabtu lalu. Korban telah melapor dan benar ada dugaan korban diancam pakai senjata tajam dan diduga senjata api," tegas Prima.

Baca Juga : Anggota DPR Desak Evaluasi Kepatuhan AMDAL Perusahaan Industri di Dumai

Dalam peristiwa itu, korban dipaksa untuk menyerahkan semua barang berharga. Ada uang tunai, handphone hingga emas yang totalnya mencapai puluhan juta.

"Pelaku dan barang bukti semua sudah kita identifikasi. Saat ini masih dikembangkan," kata Prima.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Proyek Infrastruktur Vital: Pipa Gas Riau–Sumut Ditargetkan Rampung 2027, Jamin Ketahanan Energi Regional