Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Demam Robot Humanoid Melanda China, Lonjakan Permintaan Penyewaan Meningkat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dua robot humanoid berjalan maju di aula ekshibisi Unitree Robotics di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, pada 20 Februari 2025. (Foto: Xinhua/Huang Zongzhi)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, HANGZHOU - Belasan robot humanoid berputar dan meliuk dalam sinkronisasi yang sempurna, sendi-sendi mereka berderit mengikuti irama musik yang penampilan saat robot-robot itu memukau penonton dan mengundang sorak-sorai dalam penampilan yang memukau di sebuah pertunjukan yang belum lama ini digelar di Hangzhou, pusat teknologi terkemuka di China timur.

Pertunjukan ini mencerminkan tren yang berkembang, dengan semakin banyak bisnis dan individu yang menyewa robot humanoid untuk pertunjukan, pameran, dan siaran langsung guna menarik perhatian publik.

Robot-robot ini menjadi terkenal awal tahun ini ketika satu armada robot dari Unitree, sebuah perusahaan rintisan (startup) robotika asal China, memukau penonton dengan tarian tersinkronisasi dalam balutan jaket berwarna-warni di Gala Festival Musim Semi (Spring Festival Gala), tercatat sebagai salah satu siaran yang paling banyak ditonton di China.

Perhatian masyarakat yang luar biasa dan demam robot yang muncul setelah pertunjukan itu menjadikan robot-robot ini sebagai komoditas yang sangat diminati di pasar penyewaan.

“Pesanan untuk penyewaan robot humanoid G1 dari Unitree melonjak sejak awal Februari, dengan pemesanan yang sudah penuh hingga akhir Maret,” kata Gao Lai, yang telah menggeluti bisnis penyewaan robot selama lebih dari satu dekade. Perusahaannya menyediakan robot-robot yang disewa untuk hiburan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang.

"Harga sewa harian untuk robot humanoid berkisar antara 8.000 hingga 15.000 yuan (1 yuan = Rp2.268). Dengan melonjaknya permintaan, kami memperkirakan pendapatan kami akan naik 80 persen tahun ini," imbuh Gao.

Dalam hal presale , model G1 dari Unitree dibanderol mulai dari 99.000 yuan, sementara model H1 memiliki harga awal 650.000 yuan.

Baca Juga: Henn’na Hotel Robot Pertama di Dunia, Hanya ada di Tokyo 

Para pelaku industri mengatakan kepada Xinhua bahwa meningkatnya permintaan robot untuk acara bisnis, pameran, dan pertunjukan mendorong perluasan pasar penyewaan robot, yang mana hal ini memiliki potensi besar.

Di Xianyu, yang merupakan salah satu platform perdagangan barang bekas terbesar di China, menyewa satu robot Unitree dapat menelan biaya ribuan yuan, yang sering kali mencakup biaya transportasi, penyesuaian mesin, dan dukungan di lokasi.

Di Distrik Yuhang, Hangzhou, yang baru-baru ini mengadakan pertunjukan, otoritas setempat berencana mengadakan lebih banyak pertunjukan robot dan sesi pelatihan di daerah pedesaan dengan menyewa robot.

“Menari bersama robot menarik perhatian, dan kami berharap dapat hadir dengan berbagai perusahaan untuk memperkenalkan kecerdasan buatan (AI) ke komunitas pedesaan,” kata Zhang Jingcan, seorang pejabat distrik.

"Konsep robot humanoid bukanlah hal baru. Sejak pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1960-an, robot humanoid menjadi titik fokus persaingan global," kata Xiong Rong, profesor di Universitas Zhejiang sekaligus kepala Pusat Inovasi Robot Humanoid Zhejiang (Zhejiang Humanoid Robot Innovation Center).

“Dengan dukungan AI, robot kami berkembang lebih cepat dari yang saya perkirakan,” ujar Wang Xingxing, CEO Unitree Robotics. "Kami telah meningkatkan algoritma perangkat lunak di robot humanoid kami untuk menjadikannya lebih lincah dan meningkatkan keterampilan menari mereka."

Namun, masih ada beberapa orang yang terlibat dalam penerapan robot humanoid pada skenario yang lebih kompleks di rumah atau di lingkungan bisnis yang memerlukan interaksi manusia-robot yang lebih fleksibel dan beragam.

Baca Juga: Elon Musk Meramalkan Robot AI Terminator akan Jadi Musuh Manusia

“Robot humanoid akan mencapai tingkat kemajuan baru pada akhir tahun ini, dan jika semuanya berjalan lancar, kita dapat melihat mereka diterapkan di beberapa sektor layanan atau industri pada tahun depan atau tahun berikutnya,” kata Wang. Namun, beberapa model untuk penggunaan rumah tangga mungkin akan mengalami penerimaan yang lebih lambat karena persyaratan keamanan yang lebih tinggi.

Seraya pentingnya keamanan dalam penerapan robot, Xiong mengatakan, "Hanya dengan memastikan keamanan pada interaksi manusia-robot, robot itu sendiri, dan data, kita dapat mencapai produksi skala besar."

Banyak pelaku industri sepakat bahwa tujuan akhir dari robot humanoid adalah untuk berkembang menjadi robot serba guna yang mampu beradaptasi di berbagai lingkungan dan melakukan beragam tugas tanpa bergantung pada lokasi atau peralatan tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan kemajuan di bidang AI, manufaktur canggih, dan material baru, yang didorong oleh kolaborasi akademis dan industri.

Dengan permintaan yang melonjak dan inovasi yang berkelanjutan, pasar robot humanoid di China diperkirakan akan mengalami pertumbuhan eksponensial dalam beberapa tahun mendatang, menguasai pangsa pasar global yang signifikan.

Menurut sebuah laporan mengenai industri robot humanoid yang dirilis di Konferensi AI Dunia (World AI Conference) 2024 di Shanghai, nilai pasar robot humanoid di China diperkirakan mencapai 2,76 miliar yuan tahun lalu. Pada tahun 2029, angka ini diproyeksikan akan mencapai 75 miliar yuan, yang mencakup 32,7 persen dari pasar global.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua