Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dibuka Menguat, IHSG Berpeluang Rebound Didukung Rally Wall Street Meski Bursa Asia Tertekan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (24/11/2025) dengan penguatan 43 poin atau 0,52 persen ke level 8.458. Pelaku pasar menilai momentum ini membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan rebound.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebutkan bahwa sentimen positif dari Wall Street menjadi pendorong utama.

"IHSG berpotensi rebound hari ini, seiring menguatnya bursa AS,” ujar Fanny dalam riset hariannya.

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bursa Asia Melemah Serempak

Sementara itu, bursa saham Asia justru bergerak melemah pada perdagangan Jumat lalu. Investor terlihat mengurangi eksposur risiko setelah rilis data tenaga kerja AS gagal memberikan sinyal jelas mengenai arah kebijakan The Fed.

Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 2,40 persen, Hang Seng jatuh 2,38 persen, CSI 300 turun 2,44 persen, dan Taiex Taiwan merosot 3,61 persen. Pelemahan juga terjadi pada Kospi Korea Selatan yang anjlok 3,79 persen serta ASX 200 Australia yang susut 1,59 persen. Di kawasan Asia Tenggara, STI Singapura turun 0,96 persen, sementara FTSE KLCI Malaysia melemah 0,15 persen.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Proyeksi Support-Resistance dan Saham Pilihan Analis

Sektor teknologi menjadi pukulan terbesar. Di Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 6 persen dan 9 persen. Di Taiwan, TSMC jatuh hingga 13,3 persen. Di Jepang, saham Advantest terkoreksi 12,10 persen, Tokyo Electron turun 7,14 persen, Lasertec melemah 5,15 persen, dan Renesas Electronics merosot 2,65 persen.

Fanny menambahkan, support IHSG berada di level 8.360–8.400, sementara area resistance berada di 8.460–8.500.

Sentimen Positif dari Wall Street

Baca Juga : IHSG Hari Ini Melonjak 1,28 Persen ke Level 6.205, Saham Perbankan dan Energi Jadi Penggerak Utama

Di sisi lain, Wall Street mencatat rally pada akhir pekan lalu. Para pelaku pasar meningkatkan spekulasi terkait peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025. Penguatan juga diperkuat oleh melonjaknya saham Nvidia setelah kabar bahwa pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan memberi izin penjualan chip AI H200 ke Tiongkok.

Indeks S&P 500 naik 0,98 persen, Nasdaq menguat 0,88 persen, dan Dow Jones menambah 1,08 persen.

Presiden The Fed New York, John Williams, menyebutkan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga “dalam waktu dekat” tanpa mengganggu target inflasi. Namun, sentimen ini sedikit dibayangi pernyataan Presiden The Fed Boston, Susan Collins, yang menilai kebijakan suku bunga saat ini sudah “di level yang tepat”.

Baca Juga : IHSG Dibuka Menguat ke 8.318, Sentimen Global dan Aksi Asing Jadi Penopang

Penguatan di Wall Street dua hari beruntun mencerminkan kecemasan pasar terhadap valuasi tinggi sektor teknologi dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed pada pertemuan Desember mendatang.

(Dra/nusantaraterkini.co)