Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Meski tekanan pasar belum sepenuhnya mereda, peluang terjadinya rebound teknikal mulai terbuka setelah indeks memasuki kondisi jenuh jual yang cukup ekstrem.

Analis Teknikal Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai koreksi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah membawa IHSG ke area oversold. Kondisi ini berpotensi memicu aksi beli jangka pendek dari pelaku pasar.

Dari sisi teknikal, IHSG membentuk pola hammer candle yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut relatif terbatas. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan kondisi sangat jenuh jual, sementara stochastic mulai memberikan sinyal perbaikan meski belum didukung lonjakan volume transaksi.

Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

Meski demikian, sejumlah sentimen masih membayangi pergerakan pasar. Arus keluar dana asing tercatat terus berlanjut dengan nilai jual bersih mencapai Rp1,43 triliun pada perdagangan sebelumnya. Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan, investor asing telah membukukan net sell sebesar Rp67,06 triliun.

Tekanan juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menembus level Rp18.049 per dolar AS. Kondisi tersebut meningkatkan kehati-hatian investor dalam menempatkan dana pada aset berisiko seperti saham.

Selain faktor domestik, pelaku pasar tengah menanti sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah pasar. Salah satunya adalah pengumuman klasifikasi pasar oleh MSCI pada 18 Juni 2026 yang akan menentukan posisi Indonesia sebagai emerging market atau frontier market. Rebalancing indeks FTSE Russell yang efektif pada 22 Juni 2026 juga menjadi perhatian investor global.

Baca Juga : IHSG Anjlok 8,69% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp922 Triliun

Dari pasar internasional, perkembangan situasi geopolitik Timur Tengah dan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls/NFP) Mei 2026 diperkirakan menjadi katalis penting yang memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko.

Secara teknikal, Mirae Asset memperkirakan IHSG memiliki level support pada area 5.733 hingga 5.602. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 5.944 sampai 6.075.

Di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi, investor disarankan untuk tetap selektif dengan mengutamakan saham berfundamental kuat, valuasi menarik, serta emiten yang mulai menunjukkan indikasi pembalikan tren.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Proyeksi Support-Resistance dan Saham Pilihan Analis

Berikut rekomendasi saham pilihan Mirae Asset Sekuritas:

AMRT – Accumulative Buy Area beli: Rp1.300–Rp1.400 Target harga: Rp1.415, Rp1.490, dan Rp1.595 Support: Rp1.300 dan Rp1.150

CBDK – Buy on Weakness Area beli: Rp3.310–Rp3.710 Target harga: Rp3.760 dan Rp4.240 Support: Rp3.310 dan Rp2.800

Baca Juga : IHSG Hari Ini Melonjak 1,28 Persen ke Level 6.205, Saham Perbankan dan Energi Jadi Penggerak Utama

MBSS – Accumulative Buy Area beli: Rp2.070–Rp2.470 Target harga: Rp2.540 dan Rp3.010 Support: Rp2.070 dan Rp2.030

Sebagai catatan, rekomendasi saham tersebut bukan merupakan ajakan membeli maupun menjual efek tertentu. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan melakukan analisis secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Tertekan, Analis Soroti Support Kritis dan Pilihan Saham Menarik