Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Duka UNIFIL: Profil 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Saat Misi Perdamaian

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Duka UNIFIL: Profil 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Saat Misi Perdamaian. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Duka mendalam tengah menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah tiga prajurit terbaiknya gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon dalam naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketiganya adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Mereka meninggal dunia dalam dua insiden berbeda yang terjadi dalam kurun waktu dua hari terakhir di wilayah Lebanon Selatan.

Praka Farizal Rhomadhon gugur lebih dulu pada Minggu (29/3) akibat serangan artileri di Adchit El Qousair. Sementara Kapten Zulmi dan Sertu Ichwan menyusul sehari kemudian, Senin (30/3), setelah terkena ledakan saat bertugas di Bani Hayyan.

Baca Juga : Momen Haru, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Praka Farizal Rhomadhon

Praka Farizal Rhomadhon menghembuskan napas terakhir di usia 28 tahun. Ia merupakan putra daerah Kulon Progo, lahir pada 3 Januari 1998.

Farizal bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti, yang berada di bawah Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Dalam kesatuannya, ia dipercaya sebagai Taban Provost di Kompi Markas.

Baca Juga : Kemlu Desak Penyelidikan Menyeluruh Atas Gugurnya Satu Prajurit UNIFIL Asal Indonesia dalam Serangan di Lebanon

Sejak April 2025, Farizal tergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL dan ditempatkan di Lebanon Selatan. Ia seharusnya menyelesaikan masa tugasnya pada April 2026 dan telah dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada Mei.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun.

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dikenal sebagai perwira tangguh dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), tepatnya di Grup 2/Sandi Yudha, Kartasura.

Lulusan Akademi Militer Magelang tahun 2015 ini juga memiliki latar belakang pendidikan Diploma IV Manajemen Pertahanan.

Dalam misi UNIFIL, Zulmi memegang peran penting sebagai Komandan Kompi Task Force Kontingen Garuda. Ia memimpin berbagai operasi penting, termasuk mobile reserve dan pengamanan distribusi logistik di wilayah rawan konflik.

Dedikasi dan kepemimpinannya menjadi salah satu pilar dalam menjaga stabilitas di daerah penugasan.

Sertu Muhammad Nur Ichwan

Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan prajurit termuda di antara ketiganya. Ia lahir di Magelang pada 12 Mei 2000.

Sehari-hari, Ichwan berdinas sebagai tenaga kesehatan di Kodam IX/Udayana. Dalam tugasnya di Lebanon, ia turut bergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL sejak April 2025.

Selama menjalankan misi, Ichwan hanya sempat pulang sekali ke Indonesia, yakni saat mendampingi istrinya melahirkan anak pertama mereka pada Agustus 2025.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan dan institusi yang dibelanya.

Pengorbanan ketiga prajurit ini menjadi bukti nyata dedikasi TNI dalam menjaga perdamaian dunia. Mereka gugur sebagai pahlawan, meninggalkan jejak pengabdian yang tak terlupakan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Sumber: kumparan