Heboh Bensin Campur Air di Bekasi, Pengamat: Pemerintah Tidak Perlu Ragu Berikan Sanksi Tegas
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Sebuah SPBU di wilayah Bekasi mendadak viral lantaran BBMnya bercampur air, sehingga menyebabkan banyaknya kendaraan yang sudah mengisi bensin di pom tersebut kendaraannya mati mendadak.
Baca Juga : Atasi Krisis Timur Tengah, Australia Lepas 762 Juta Liter Cadangan BBM
Menanggapi hal itu, Peneliti Core Indonesia Muhammad Ishak Razak mendesak pihak Pertamina maupun Direktorat Metrologi Kemendag untuk menyelidiki lebih mendalam kasus tersebut.
Baca Juga : Seandainya Harga BBM Pertalite dan Solar Sama, Mobil Mana yang Lebih Irit?
Tujuannya adalah untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, serta menentukan di mana titik pencampuran tersebut terjadi, karena kemungkinan dapat terjadi pada saat produksi, distribusi, atau di tangki SPBU.
"Pemerintah juga seharusnya mampu melakukan pengawasan yang lebih ketat agar berbagai pelanggaran, baik yang disengaja maupun tidak, dapat dideteksi lebih dini oleh pemerintah sehingga tidak merugikan hak-hak konsumen," katanya kepada nusantaraterkini.co, Rabu (27/3/2024).
Baca Juga : Cekcok di SPBU saat Antre BBM, Sopir Turk Meninggal Dunia usai Ditusuk
Ishak pun juga meminta Pemerintah tidak perlu ragu untuk memberikan sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian pihak-pihak yang terlibat.
Baca Juga : Bongkar Sindikat BBM Oblosan, Polda Sumsel Tangkap 11 Tersangka
Sebelumnya diberitakan, beberapa kendaraan roda dua dan roda empat mogok setelah mengisi BBM Pertalite yang terindikasi terkontaminasi air sekitar pukul 21.00 tanggal 25 Maret 2024.
Pihak SPBU pun menerima komplain dari konsumen setelah mengisi BBM pertalite di SPBU 3417106, sambil membawa sample BBM terkontaminasi air.
Baca Juga : Ugal-ugalan, Angkot P120 Tabrak Sejumlah Kendaraan di Jalan Kaswari
(cw1/nusantaraterkini.co)
