Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hujan Abu Marapi, Pemkab Agam Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Proses evakuasi pendaki Gunung Marapi. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Hujan Abu Marapi, Pemkab Agam Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Hujan abu vulkanik Gunung Marapi masih terjadi pada beberapa wilayah di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga : Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburan Abu Capai Ketinggian 1.500 Meter

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas luar rumah. 

Baca Juga : Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Terpantau di Wilayah Batu Palano

Pemkab Agam menyebutkan wilayah yang masih terdampak hujan abu vulkanik di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Ampek Angkek, dan Kecamatan Malalak.

"Sampai hari ini masih ada hujan abu, hanya hujan abu, kerikilnya sudah tidak ada," jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Wasito dalam siaran tertulis, Selasa (5/12/2023). 

Baca Juga : Peringatan Hujan Abu Dikeluarkan Setelah Gunung Sakurajima Meletus ​

Dia menjelaskan, meski terdampak hujan abu vulkanik, warga yang berada di 4 kecamatan paling terdampak tersebut masih belum ada yang mengungsi. Terkait hal tersebut Bambang mengatakan Pemkab Agam terus mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga : Gunung Merapi Muntahkan APG Sejauh 2.000 Meter, Boyolali dan Magelang Dilanda Hujan Abu

Apabila akan melakukan aktivitas, maka warga diimbau untuk terus menggunakan masker agar tidak berdampak pada kondisi kesehatan.

Selain itu, mengingat level aktivitas vulkanik Gunung Api Marapi yang masih berada pada level II atau waspada, warga juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak kawah.

Baca Juga : Kembali Erupsi, Gunung Lewotobi Laki-Laki Muntahkan Abu hingga Setinggi 18 Km

"Warga yang mengungsi sampai saat ini alhamdulillah masih nihil. Namun, Pemerintah Kabuten Agam telah mengaktifkan dan menyiagakan pusat kesehatan di puskesmas-puskesmas dan satu yang berdekatan dengan posko penanganan darurat di Kantor Walinagari Batupalano selama 24 jam," terangnya.

Sementara itu, dari 75 pendaki terdampak, 40 di antaranya sudah berhasil turun dan kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak 12 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan intensif di RSUD dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Tim Disaster Victim Identification atau Tim DVI juga telah berhasil mengidentifikasi korban meninggal dunia sebanyak 5 orang. Sementara 18 orang lainnya masih dalam pencarian dan pertolongan.

"Yang sudah berhasil teridentifikasi 5 orang. Semuanya sudah diserahkan kepada keluarga. Untuk 18 pendaki yang belum turun, ini tetap kita upayakan terus untuk pencarian, sambil kita juga terus melihat kondisi di lapangan," pungkasnya.

Diketahui, hingga hari ini, Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 mdpl ini masih mengalami erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi terakhir terekam di seismograf pada Selasa (5/12/2023), pukul 06.24 WIB, dengan amplitudo maksimum 25.2 mm dan durasi 80 detik.

(zie/nusantaraterkini.co)