Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Diprediksi Melemah ke Level 6.700 Usai MSCI Coret Sejumlah Saham RI

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (13/5/2026), menyusul pengumuman hasil rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dinilai memberi sentimen negatif terhadap pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,68 persen ke posisi 6.858,90. Tekanan pasar dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali mencetak rekor terendah, ditambah kekhawatiran investor terhadap penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hingga menguji level psikologis 6.700. Investor juga diminta mewaspadai tekanan jual lanjutan menjelang libur panjang akhir pekan.

Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

“Pasar masih dibayangi sentimen negatif dari hasil rebalancing MSCI Mei 2026 yang ternyata mengeluarkan lebih banyak saham dari perkiraan sebelumnya,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.

Dari sisi sektoral, saham sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,51 persen. Sementara sektor basic materials justru mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,85 persen.

Di pasar mata uang, rupiah kembali terdepresiasi hingga menyentuh level Rp17.525 per dolar AS. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas arus modal asing di pasar domestik.

Baca Juga : IHSG Anjlok 8,69% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp922 Triliun

Selain faktor domestik, investor juga mencermati agenda pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berlangsung pada 13–15 Mei 2026 di Beijing. Pertemuan kedua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia itu diperkirakan turut membahas isu geopolitik global, termasuk situasi Iran dan potensi kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China pekan depan.

Dalam hasil rebalancing MSCI Global Standard Indexes, tidak ada saham Indonesia yang masuk daftar penambahan. Sebaliknya, sejumlah saham justru dikeluarkan, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.

Sementara pada MSCI Small Cap Indexes, hanya saham AMRT yang masuk daftar penambahan. Sedangkan saham yang dikeluarkan meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati investor pada perdagangan hari ini, yakni ADRO, ISAT, CDIA, BRPT, dan BBNI.

Senada, analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam tren pelemahan karena tekanan jual yang dominan dan terbentuknya pola lower low.

Menurut MNC Sekuritas, skenario terburuk IHSG berpotensi terkoreksi ke area 6.644 hingga 6.727. Bahkan terdapat area gap yang perlu diwaspadai di kisaran 6.538 sampai 6.585. Sementara level resistance terdekat berada di rentang 6.870–6.895.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Proyeksi Support-Resistance dan Saham Pilihan Analis

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dipantau investor, di antaranya BBCA, BIRD, ISAT, dan MINA.

(Dra/nusantaraterkini.co)