Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (13/3/2026) diperkirakan masih berada dalam tekanan setelah pada sesi sebelumnya ditutup di zona merah.
Analis dari MNC Sekuritas menilai indeks saham domestik saat ini tengah berada dalam fase tekanan jual sehingga pergerakannya berpotensi terbatas dalam jangka pendek.
Secara teknikal, IHSG disebut sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau wave (2) pada label merah. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar perlu mencermati area 7.265–7.298 sebagai zona koreksi terdekat yang kemungkinan akan diuji oleh indeks.
Baca Juga : IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Meski masih dibayangi tekanan, peluang penguatan tetap terbuka apabila IHSG mampu berbalik arah dari area tersebut. Dalam skenario penguatan, indeks diperkirakan berpotensi bergerak menuju kisaran 7.573 hingga 7.701.
Untuk level teknikal, IHSG saat ini memiliki support di area 7.226 dan 7.071, sementara resistance berada di level 7.577 dan 7.712.
Di tengah kondisi pasar tersebut, analis merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Proyeksi Support-Resistance dan Saham Pilihan Analis
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG langsung bergerak melemah. Indeks tercatat dibuka di level 7.342,14 pada pukul 09.00 WIB.
Tak lama setelahnya, pelemahan berlanjut hingga menyentuh 7.309,95 atau turun sekitar 0,71% pada pukul 09.06 WIB.
Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Indeks saham unggulan seperti LQ45 tercatat turun 0,65%, disusul IDX30 yang melemah 0,59%, serta IDX80 yang turun 0,74%.
Baca Juga : IHSG 12 Maret 2026 Bergerak Fluktuatif, Mayoritas Sektor Saham Melemah di Awal Perdagangan
Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh sektor energi dengan penurunan 0,99%, diikuti sektor bahan baku 1,22%, industri 0,90%, konsumer non-siklikal 0,76%, konsumer siklikal 1,20%, serta sektor keuangan 0,39%.
Selain itu, sektor properti terkoreksi 0,53%, teknologi 1%, infrastruktur 1,18%, transportasi 1,09%, hingga sektor kesehatan yang turun tipis sekitar 0,10%.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : IHSG Berpotensi Sideways di Rentang 8.250–8.350, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis
