Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG hari ini) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (22/5/2026), setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah tajam di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi domestik.
Pada perdagangan terakhir, IHSG terkoreksi 3,54 persen dan ditutup di level 6.094. Di saat yang sama, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp508 miliar di pasar reguler.
Pelemahan IHSG terjadi meskipun mayoritas bursa saham regional Asia bergerak menguat dan harga minyak dunia mengalami penurunan. Sentimen global sempat membaik setelah muncul perkembangan positif terkait pembahasan proposal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Namun, pasar domestik justru dibayangi kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Indonesia usai pernyataan S&P Global Ratings mengenai wacana pengendalian ekspor. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan kinerja ekspor nasional, mengurangi penerimaan negara, hingga meningkatkan risiko terhadap neraca pembayaran.
Kondisi itu memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas makroekonomi dan outlook peringkat kredit Indonesia ke depan.
Dalam riset terbarunya, BRI Danareksa Sekuritas menyebut secara teknikal IHSG masih berada dalam tren bearish. Level support terdekat diperkirakan berada di area 6.000, sedangkan support lanjutan di level 5.900. Sementara itu, area resistance berada di kisaran 6.400.
Baca Juga : IHSG Anjlok 8,69% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp922 Triliun
Selain sentimen global dan domestik, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, seperti Current Account Balance dan pertumbuhan jumlah uang beredar (M2 Money Supply), yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan pasar saham.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,55 persen ke level 50.285,6. Kemudian S&P 500 menguat 0,17 persen ke level 7.445,7 dan Nasdaq Composite naik 0,087 persen menjadi 26.293,1.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham CPIN dan AMRT sebagai pilihan trading jangka pendek.
Baca Juga : IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
(Dra/nusantaraterkini.co).
