Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Terbang 3 Hari Beruntun, Ini Saham Konglomerat yang Jadi Buruan Investor Asing

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencuri perhatian pasar. Hingga 4 April 2026, indeks acuan ini melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut, mencerminkan meningkatnya optimisme investor di pasar modal Indonesia.

Lonjakan ini bukan sekadar euforia sesaat. Aktivitas perdagangan menunjukkan geliat signifikan, di mana sebelumnya nilai transaksi sempat menyentuh Rp29,80 triliun dengan volume mencapai 62,06 miliar saham. Kapitalisasi pasar pun terdongkrak hingga Rp15.094 triliun—indikasi kuat bahwa investor sedang aktif melakukan akumulasi.

Sektor Penggerak IHSG

Baca Juga : IHSG Berpeluang Menuju 9.000? Ini Sektor Saham yang Diprediksi Jadi Penopang di 2026

Penguatan IHSG didorong oleh sejumlah sektor strategis. Sektor infrastruktur menjadi pemimpin dengan kenaikan lebih dari 4%, diikuti sektor energi yang terdongkrak hampir 4%. Tak ketinggalan, sektor bahan baku dan konsumer non-primer juga mencatat kinerja solid.

Kombinasi ini menciptakan sentimen positif yang menarik minat investor, termasuk aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar domestik.

Kenapa Investor Asing Mulai Agresif?

Baca Juga : IHSG Berpeluang Tembus 10.500 pada Akhir 2026, Ini Sektor yang Jadi Motor Penggerak

Masuknya investor asing umumnya menjadi sinyal kuat terhadap prospek ekonomi. Dalam beberapa sesi perdagangan, tercatat aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing meski secara volume terjadi net sell—menandakan fokus pada saham berkapitalisasi besar.

Beberapa faktor yang mendorong minat asing antara lain:

Stabilitas ekonomi makro Indonesia

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Nilai tukar rupiah yang relatif terjaga

Valuasi saham yang masih kompetitif

Prospek pertumbuhan jangka panjang

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Proyeksi Support-Resistance dan Saham Pilihan Analis

Investor global cenderung selektif, dengan fokus pada emiten berfundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Saham Konglomerat Jadi Target

Sejumlah saham dari kelompok konglomerasi kembali menjadi incaran. Dari grup Bakrie misalnya, dua emiten berikut mencatatkan akumulasi asing yang cukup besar:

Baca Juga : IHSG Hari Ini Melonjak 2,05% ke 7.458, Saham Big Caps Jadi Penggerak Utama, Bursa Asia Ikut Menguat

PT Bumi Resources Tbk

PT Bumi Resources Minerals Tbk

Minat terhadap saham-saham ini menunjukkan adanya ekspektasi terhadap potensi pemulihan dan pertumbuhan bisnis ke depan, meskipun historinya cukup fluktuatif.

Baca Juga : Optimisme Pasar: IHSG dan Rupiah Sama-Sama Melonjak Membuka Bulan Desember

Selain itu, saham yang terafiliasi dengan tokoh bisnis besar seperti Prajogo Pangestu atau grup besar lainnya juga kerap masuk radar investor asing karena diversifikasi bisnis dan kekuatan fundamentalnya.

Apa yang Dilihat Investor Asing?

Tak hanya volume transaksi, investor asing biasanya mempertimbangkan beberapa indikator penting seperti:

Rasio Price to Earnings (P/E)

Price to Book Value (PBV)

Prospek industri

Konsistensi kinerja keuangan

Saham dengan valuasi menarik dan potensi pertumbuhan stabil biasanya menjadi pilihan utama untuk investasi jangka panjang.

Strategi untuk Investor Pemula

Di tengah pasar yang menguat, investor pemula perlu tetap rasional. Euforia pasar seringkali memicu keputusan impulsif yang berisiko.

Beberapa strategi yang bisa diterapkan:

Fokus pada analisis fundamental

Diversifikasi portofolio

Tentukan tujuan investasi sejak awal

Gunakan manajemen risiko seperti stop loss

Terus belajar memahami dinamika pasar

Alih-alih mengejar tren, investor disarankan untuk membangun portofolio berbasis kualitas.

Penguatan IHSG selama tiga hari berturut-turut menjadi sinyal positif bagi pasar saham Indonesia. Masuknya dana asing, khususnya ke saham-saham konglomerat, memperlihatkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional.

Namun, bagi investor—terutama pemula—kunci utama tetap pada disiplin, riset, dan strategi jangka panjang.

(Dra/nusantaraterkini.co).