Inilah Penyebab Tabrakan dan Terbakarnya Pesawat Japan Airlines di Landasan Pacu
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Penyebab pesawat Japan Airlines JAL516 tabrakan sampai terbakar saat mendarat di landasan pacu Bandara Haneda Tokyo, Jepang. Menteri Transportasi Jepang Tetsuo Saito merilis transkrip komunikasi antara menara pengontrol lalulintas udara Bandara Haneda dengan JAL516 dan pesawat Japan Coast Guard selama empat menit sebelum kecelakaan terjadi.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Menurut transkrip resmi itu, seperti dilansir dari laman CNNIndonesia pada Kamis (4/1/2024) pesawat Pasukan Penjaga Pantai (Japan Coast Guard) yang bertabrakan dengan JAL516 di landasan pacu belum diizinkan untuk lepas landas.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
Saat itu, JAL516 hendak mendarat di Haneda usai terbang dari Bandara New Chitose Hokkaido. Di waktu yang bersamaan, pesawat Japan Coast Guard berjenis Bombardier Dash-8 itu hendak terbang menuju Prefektur Niigata untuk mengirim bantuan bagi korban gempa.
Menurut hasil transkrip menara lalulintas udara Bandara Haneda, pesawat Japan Coast Guard baru diinstruksikan untuk “taxi” atau berjalan pelan ke jalur tunggu atau holding point, bukan memasuki landasan pacu.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
Saat itu, pesawat Japan Coast Guard juga belum mendapat izin untuk lepas landas di landasan pacu.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
Setiap pesawat yang hendak lepas landas memang harus menunggu giliran dan izin dari menara komunikasi lalulintas udara. Sebelum mendapat izin lepas landas, pesawat biasanya mengantre di jalur tunggu atau holding point dekat landasan pacu.
Sementara itu, transkrip resmi mengungkap bahwa di saat bersamaan menara pengontrol lalulintas udara telah memberikan izin JAL516 untuk mendarat.
Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon
Dalam transkrip komunikasi itu, pengendali lalulintas udara telah memberikan izin kepada JAL516 yang membawa 379 penumpang dan kru untuk mendarat di landasan 34R sekitar pukul 17:43 waktu setempat.
Baca Juga : Serangan Drone dan Rudal Rusia Tewaskan 10 Orang di Ukraina
Namun, transkrip tersebut tidak menunjukkan persetujuan lepas landas yang jelas untuk pesawat Japan Coast Guard. Saat itu, pengendali lalulintas udara hanya menginstruksikan pesawat tersebut untuk “taxi” ke holding point sekitar pukul 17:45 waktu setempat.
Awak pesawat Japan Coast Guard juga langsung menjawab untuk mengonfirmasi instruksi “taxiing” tersebut.
Kurang lebih dua menit kemudian, JAL516 dan pesawat Japan Coast Guard pun bertabrakan di landasan pacu. Dalam video yang beredar terlihat pesawat Japan Airlines mendarat dan bergerak cepat di sepanjang landasan sebelum ledakan yang memicu kobaran api muncul pada bagian bawah pesawat.
Seluruh 379 penumpang dan kru pesawat Japan Airlines berhasil dievakuasi dengan selamat. Para penumpang dan kru Japan Airlines terlihat keluar pesawat menggunakan perosotan darurat melarikan diri dari api ketika petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang semakin membesar.
Walaupun begitu, sekitar 14 penumpang mengalami luka memar atau merasa tidak enak badan setelah mengalami insiden itu. Seluruh penumpang ini telah mendapat perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, lima dari enam kru pesawat Penjaga Pantai Jepang jenis Bombardier Dash-8 meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Hanya pilot yang berhasil dievakuasi dengan selamat meski mengalami luka serius.
(Akb/nusantaraterkini.co)
