Nusantaraterkini.co, ISTANBUL - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (30/1/2026) di Istanbul mengatakan bahwa Iran bersedia untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS), tetapi tidak dapat memulai di bawah ancaman.
"AS tidak pernah menunjukkan iktikad baik dan tidak pernah bisa dipercaya. Namun, Iran tetap siap untuk semua proses diplomatik dan bersedia duduk di meja perundingan," ungkap Araghchi dalam konferensi pers bersama Menlu Turkiye Hakan Fidan.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Araghchi mengatakan, Teheran siap menghadapi semua skenario, baik perang maupun diplomasi, dan bahkan lebih siap dibanding pada Juni tahun lalu, ketika Israel dan AS melancarkan serangan udara terhadap Iran.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
Sang menlu menegaskan kembali bahwa Iran tidak pernah berniat memiliki senjata nuklir, seraya menambahkan bahwa Iran "akan mempertahankan dan memperluas kemampuan pertahanan kami dan tidak akan menegosiasikannya."
Dalam konferensi tersebut, Fidan mendesak Iran dan AS untuk segera kembali ke meja perundingan, menekankan bahwa diplomasi merupakan satu-satunya cara untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.
Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen
Dia mengatakan Turkiye siap bertindak sebagai fasilitator bagi kedua pihak dalam mengupayakan dialog.
Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon
"Kami kembali menekankan bahwa kami menentang penggunaan opsi militer untuk menyelesaikan masalah," sebutnya.
Kunjungan Araghchi ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman militer AS terhadap Iran.
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sebuah armada besar yang dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln sedang menuju Iran, seraya memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
