Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Istana Sebut Surya Paloh yang Minta Bertemu Presiden Jokowi

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Jakarta International Stadium, Sabtu (10/2/2024).(KOMPAS.com/TATANG GURITNO)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Ari Dwipayana menyebut, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh meminta bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Permintaan itu menjadi dasar pertemuan Jokowi dengan Surya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat hari ini, Minggu (18/2/2024).

"Sebelumnya, Bapak Surya Paloh menyampaikan permohonan untuk menghadap Bapak Presiden," kata Ari dilansir Kompas.com, Minggu.

Baca Juga : Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot, Istana: Beri Kesempatan Aparat Bekerja

Ari mengatakan, Presiden Jokowi kemudian merespons permohonan untuk bertemu yang disampaikan Surya Paloh.

"Sebagai tanggapan atas permohonan tersebut, Bapak Presiden mengalokasikan waktu untuk menerima Bapak Surya Paloh, malam hari tadi di Istana Merdeka," kata Ari.

Sebelumnya, Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni membenarkan Surya Paloh merapat ke Istana Merdeka guna menemui Presiden Jokowi.

Baca Juga : Persentase Pengerjaan Proyek di IKN dan Harapan Jokowi saat 17 Agustus 2024

Menurut Sahroni, ketua umum partainya itu dipanggil Presiden.

"Dipanggil Pak Presiden," kata Sahroni, Minggu (18/2/2024).

Adapun Jokowi dinilai condong mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga : Surya Paloh: Tak Usah Pikirkan NasDem Harus Dapat Kursi Menteri di Pemerintahan Prabowo Subianto

Sementara itu, Nasdem mengusung Anies dan Muhaimin bersama PKB dan PKS. Dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Prabowo-Gibran unggul, mengacu hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Adapun Anies-Muhaimin berada di urutan kedua dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di posisi ketiga. Belakangan, muncul isu bahwa pihak Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud akan membentuk tim dan menggugat kecurangan pemilu. (rsy/nusantaraterkini.co)