Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengatakan bahwa negaranya tetap teguh di tengah konflik dengan Israel dan tidak akan menyerah kepada siapa pun di tengah tekanan, menurut kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Rabu (18/6/2025).
Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Khamenei memuji tanggapan yang "teguh, berani, dan tepat waktu" rakyat Iran terhadap apa yang disebutnya sebagai "agresi bodoh dan jahat" Israel. Dia mengatakan bahwa ketahanan bangsa Iran mencerminkan “pertumbuhan rasionalitas dan spiritualitas” di negara itu.
“Bangsa Iran berdiri teguh melawan perang yang dipaksakan, seperti halnya bangsa ini akan berdiri teguh melawan perdamaian yang dipaksakan. Bangsa ini tidak akan menyerah kepada siapa pun saat berada di bawah tekanan,” kata Khamenei seperti yang dikutip oleh Tasnim.
BACA JUGA: 2.000 Warga Australia Mendaftar untuk Tinggalkan Israel dan Iran
Khamenei juga memperingatkan bahwa setiap intervensi militer Amerika Serikat (AS) akan mengakibatkan “kerusakan yang tidak dapat diperbaiki”.
“Mereka yang mengenal Iran dan sejarahnya memahami bahwa ancaman negara ini adalah hal yang sia-sia,” katanya.
Pernyataan Khamenei ini menyusul serangkaian unggahan di media sosial dari Presiden AS Donald Trump pada Selasa (17/6/2025), saat dia menuntut Iran "Menyerah Tanpa Syarat!" dan tampak menyarankan untuk menargetkan Khamenei secara pribadi.
BACA JUGA: Iran Sebut Operasi Hukum Bagi Israel: Ini Pesan untuk Warga Sipil
Unggahan-unggahan tersebut memicu spekulasi bahwa Trump berpotensi melibatkan militer AS dalam konflik tersebut.
Saat ini perang di udara antara Israel dan Iran telah memasuki hari keenam, dengan hampir 600 orang tewas di Iran dan 24 orang di Israel. Eskalasi ini dimulai setelah Israel melancarkan serangan udara mendadak di Iran pada 13 Juni.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
