Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jelang Laga China Vs Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia, Menanti Sejarah Baru

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
PSSI protes ke FIFA, bisakah hasil Indonesia vs Bahrain berubah? Skuad timnas Indonesia saat menghadapi Bahrain dalam lanjutan laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Nasional Bahrain, Kamis (10/10/2024).(Dok. PSSI)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Timnas Indonesia melanjutkan perjuangan di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Terkini, Indonesia akan menjalani pertandingan tandang melawan China di Qingdao Youth Football Stadium, Selasa (15/10/2024) malam.

Ini akan menjadi laga ke-17 antara kedua negara di ajang internasional. Timnas Indonesia hanya mampu meraih tiga kemenangan.

Baca Juga : Prof Didik J Rachbini: Perkuat Perdagangan, Jangan Meninggalkan Jepang

Kemenagnan terakhir Garuda atas China terjadi pada 1987 silam dalam ajang King's Cup di Thailand, ketika Indonesia menang meyakinkan 3-1.

Dalam sembilan pertandingan terakhir setelah itu, Merah Putih belum lagi merasakan manisnya kemenangan atas China walau laga terakhir Indonesia dan China terjadi satu dekade lalu, pada 2014 di Kualifikasi Piala Asia 2015. Saat itu, China hanya menang tipis 1-0.

Sejak saat itu, perubahan besar telah terjadi baik di sepak bola China maupun Indonesia, membuat pertemuan kali ini penuh dengan tantangan baru.

Baca Juga : Piala Asia Wanita 2026: Empat Negara Kunci Tiket Semifinal dan Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2027

Transformasi Sepak Bola China, Reformasi Domestik ke Harapan Nasional

China sempat menjalani era keemasan di dunia sepak bola sejak 2014. Ketika itu, Liga Super China merekrut bintang-bintang kelas dunia seperti Oscar, Ramires, Carlos Tevez, Marek Hamsik, dan Hulk.

Klub-klub China memecahkan rekor transfer Asia lima kali dalam rentang satu tahun antara 2016 dan 2017. Meski demikian, pemain-pemain bintang ini tak terbukti mengangkat pamor liga.

Baca Juga : AFF U19 2026: Kick Off 16.00 WIB, Susunan Pemain Resmi Myanmar vs Vietnam

Di level Asia, hanya Guangzhou yang pernah menjadi juara Liga Champions AFC (2013 dan 2015) dalam tiga dekade terakhir.

Belum lagi beberapa kebijakan dari federasi China membuat klub-klub makin berat membayar para bintang. Eksperimen bintang-bintang besar ini makin sirna ketika pandemi datang.

Peraturan liga juga menerapkan batasan gaji agar klub-klub lokal mengembangkan sendiri pemain bintang mereka demi timnas.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis, Pakar Desak Kejagung Gandeng PPATK Usut Aliran Dana

Di lain sisi, pergantian kebijakan yang memerlukan waktu ini menular ke Timnas China yang masih mencari formula terbaik untuk mencapai konsistensi di panggung internasional, terutama dalam upaya meraih tiket ke Piala Dunia.

China hanya pernah sekali lolos ke Piala Dunia, yakni pada 2002 di mana mereka kalah tiga kali dari tiga laga di fase grup dan gagal mencetak gol.

Skuad Garuda yang Makin Menggigit

Baca Juga : 32 Negara Resmi Lolos ke Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya

Sementara itu, Timnas Indonesia kini tampil dengan kekuatan baru. Kebijakan naturalisasi yang ditempuh oleh PSSI mulai menunjukkan hasil positif.

Skuad Merah Putih kini diperkuat oleh para pemain diaspora yang merumput di klub-klub elite Eropa.

Kehadiran mereka memberikan dimensi baru dalam permainan Indonesia, dengan kombinasi teknik tinggi, pengalaman internasional, dan semangat juang yang lebih besar.

Baca Juga : Gattuso Umumkan 27 Pemain Italia untuk Laga Kunci vs Moldova & Norwegia

Perkembangan ini terbukti dalam tiga laga Indonesia di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia mampu menahan imbang tiga tim kuat, Australia, Arab Saudi dan Bahrain.

Hasil ini menunjukkan bahwa saat ini Indonesia siap bersaing di level tertinggi. Performa ini memberikan harapan besar bisa mematahkan dominasi China dan meraih kemenangan penting di markas lawan.

Misi Besar di Qingdao, Akhiri Puasa Kemenangan dan Ukir Sejarah Baru

Bagi Timnas Indonesia, laga keempat Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China kali ini bukan hanya tentang mencari poin, melainkan juga tentang mematahkan kutukan sejarah.

Sudah terlalu lama Indonesia puasa kemenangan atas China dan kesempatan untuk mengakhiri rekor buruk itu terbuka lebar.

Bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah tentu bukan perkara mudah, namun dengan semangat juang dan peningkatan performa yang ditunjukkan, Skuad Garuda memiliki semua modal untuk memberikan kejutan.

Laga China vs Indonesia ini akan menjadi lebih dari sekadar duel biasa. Ini adalah pertarungan dua tim yang sudah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, dengan ambisi besar untuk tampil di panggung Piala Dunia 2026.

Bagi Indonesia, kemenangan di laga ini tidak hanya akan memberikan tiga poin, tetapi juga akan menjadi simbol kebangkitan sepak bola Tanah Air. (rsy/nusantaraterkini.co)