Nusantaraterkini.co, RIYAD-Ibadah ribuan jemaah umrah asal Indonesia mendadak terbentur kenyataan pahit akibat pecahnya kontak senjata besar-besaran di jantung Timur Tengah pada penghujung Februari 2026. Eskalasi militer yang dipicu oleh serangan udara terkoordinasi antara Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran telah mengubah peta navigasi udara menjadi zona merah yang mematikan.
Penutupan ruang udara secara mendadak ini memicu kekacauan jadwal penerbangan global, memaksa maskapai raksasa seperti Saudia Group. Hal ini mereka lakukan untuk menghentikan operasional demi menghindari risiko fatal di jalur tempur.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Di balik peta konflik tersebut, terdapat potret memilukan dari para tamu Allah yang kini terlantar di berbagai titik transit internasional tanpa kepastian. Salah satu momen paling emosional terekam dari seorang jemaah Indonesia yang terhenti langkahnya di Bandara Singapura, di mana ia membagikan kekhawatirannya melalui pesan singkat yang menggetarkan.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
"Mohon doanya, setengah jam yang lalu Israel menyerang Iran. Ini aku masih di Bandara Singapura, keberangkatan di-cancel," ungkapnya, seperti dilansir RMOL, Minggu (1/3/2026).
Ungkapan ini menjadi cerminan kepanikan kolektif jemaah yang melihat layar informasi bandara berubah menjadi barisan status 'Cancelled', sementara mereka terpaksa beristirahat di lantai-lantai dingin bandara karena kursi tunggu yang tidak lagi mencukupi. Pihak maskapai pun berada dalam posisi sulit untuk menjamin kapan mobilisasi udara dapat kembali normal di tengah dentuman meriam dan pergerakan jet tempur.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
Melalui kanal komunikasi daruratnya, manajemen Saudia Group menegaskan bahwa langkah pembatalan ini adalah satu-satunya pilihan rasional untuk menjaga nyawa penumpang.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
"Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan serta penutupan ruang udara, sejumlah penerbangan kami telah dibatalkan. Keputusan ini diambil demi menerapkan standar keamanan dan keselamatan penerbangan tertinggi," demikian permyataan resmi Saudia Group.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen
