Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jokowi Ungkap Langsung Sebab Beras Premium Langka di Ritel

Editor :  Annisa
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jokowi tinjau langsung Pasar Induk Beras Cipinang, Kamis (15/2/2024). (Foto: Detikcom)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co - Ramai-ramai protes kelangkaan beras premium di ritel modern. Terkait hal ini pun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun langsung mencari tahu kelangkaan beras premium di gerai-gerai minimarket. 

Per hari ini, Kamis, (15/2/2024), terpantau rak-rak yang sebelumnya digunakan untuk beras di gerai ritel-ritel modern masih kosong.

"Nanti saya ajak. Saya tunjukin berasnya ada atau nggak ada," katanya kepada wartawan usai membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, (15/2/2024).

Baca Juga : JK Laporkan Ade Armando Cs, Hensa: Isu Ijazah Jokowi Semestinya Dibahas Secara Privat

Penyebab Beras Premium Langka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan permasalahan penyebab kelangkaan dan mahalnya harga beras premium di ritel modern. Menurutnya hal ini disebabkan permasalahan distribusi.

"Ya suplai, suplai itu karena memang panennya belum masuk. Yg dari produksi di panen belum masuk pasar. Distribusi juga terganggu di urusan banjir di Demak, Grobogan. Itu memengaruhi," kata Jokowi saat meninjau Pasar Induk Cipinang, Kamis, (15/2/2024).

Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029

Untuk itu Jokowi sudah memerintahkan Perum Bulog untuk membanjiri pasar dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sehingga dalam waktu dekat seharusnya masalah kelangkaan dan mahalnya harga beras premium bisa diatasi.

"Saya kira sudah di selesaikan lewat pengiriman dari Bulog ke daerah, Bulog ke Pasar Induk Beras Cipinang. Nanti dilihat, saya kira akan dalam seminggu dua minggu ini saya rasa akan sedikit turun. Sambil nunggu panen kalo panen raya datang pasti sudah," jelas Jokowi.

Selain itu menurut Jokowi bantuan pangan pemerintah berupa beras 10 kilogram tidak membebani suplai beras komersial ke masyarakat.

Baca Juga : Kasus Beras Premium Abal-Abal Terungkap, Hindun Minta Tindakan Tegas

"Gak ada hubungannya tidak ada hubungan sama sekali dengan bantuan beras pangan. Tidak ada hubungannya sama sekali karena justru ini yg bisa mengendalikan karena suplainya lewat bansos ke masyarakat justru itu menahan harga agar tidak naik kalo ndak justru malah melompat," kata Jokowi.

"Ini rumus suplai dan demand. Suplainya di berikan dan terdistribusi dengan baik otomatis harga terkendali," terangnya.

Jokowi lantas memerintahkan agar kebutuhan pasar dipenuhi berapa pun permintaan yang masuk.

Baca Juga : Firman Soebagyo Usul Tata Kelola Beras Medium dan Premium Dipisah dalam Revisi UU Pangan

"Pokoknya pasar minta berapapun beri. Daerah minta berapa beri, baik yang SPHP maupun yang komersial beri. Barangnya ada," kata Jokowi.

Seperti diketahui, beras premium sejak beberapa hari terakhir dilaporkan langka di sejumlah gerai ritel modern. Pengusaha ritel mengaku tak menyetok beras karena harganya sudah terlalu tinggi, sementara harus dijual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan belum ada pembahasan untuk merelaksasi atau menaikkan HET beras. 

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional No 7/2023, pemerintah menetapkan HET beras berkisar Rp10.900-Rp11.800 per kg medium dan Rp13.900-14.800 per kg premium, tergantung zona masing-masing.

Berikut Rincian Tetapan HET Beras:

  • Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET beras medium senilai Rp. 10.900/kg sedangkan beras premium Rp 13.900/kg
  • Zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan, HET beras medium sebesar Rp 11.500/kg dan beras premium Rp 14.400/kg
  • Zona ke-3 meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp 11.800/kg, dan untuk beras premium sebesar Rp 14.800/kg.

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Firman Soebagyo: Penumpukan Beras Terlalu Lama Bisa Picu Kenaikan Harga

Sumber: CNBCIndonesia.com