Nusantaraterkini.ci, MEDAN – Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah atau Ijeck dibuat terperanjat.
Musababnya, karena dua kader partai beringin yang sama-sama menduduki jabatan strategis di legislatif, Erni Ariyanti Sitorus dan Hamdani Syahputra Adjam, terlibat polemik hingga berujung laporan polisi.
Ijeck mengaku baru mengetahui Ketua DPRD Sumut Erni Aryanti Sitorus melaporkan Wakil Ketua DPRD Deli Serdang dari pemberitaan media, bukan dari jalur komunikasi internal partai.
“Saya sangat menyayangkan hal ini, karena sama-sama kader Golkar,” ujar Ijeck dikonfirmasi wartawan via telepon, Rabu (20/8/2025).
Bagi Ijeck, kasus seperti ini seharusnya bisa diselesaikan secara internal.
“Sesama Golkar kan lebih mudah komunikasinya, atau tinggal beri tahu saya sebagai Ketua DPD (Sumut) kalau ada perasaan tidak enak,” katanya.
Diketahui, pada 14 Agustus 2025, Erni resmi melapor ke Polda Sumut dengan delik UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 juncto UU Nomor 11 Tahun 2008. Sejumlah bukti pun diserahkan.
Laporan polisi itu bernomor: STTLP/B/ 1330 / VIII /2025/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.
Laporan Erni didasari dari komentar Hamdani yang juga Wakil Ketua DPRD Deli Serdang pada satu unggahan Instagram yang memberitakan kedekatan Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus dengan Gubernur Sumut Bobby Nasution melemahkan pengawasan legislatif terhadap Pemerintahan Sumatera Utara.
Judul postingan berita tersebut yakni: ‘Bestie Politik’ Erni dan Bobby Dinilai Melemahkan Fungsi Pengawasan Legislatif.
Pada postingan berita itu juga terdapat gambar Erni Aryanti Sitorus dan Bobby Nasution.
Banyak komentar atas postingan berita di akun tersebut. Akun @hamdanisyahputra131313 mengomentari komentar dari beberapa akun di kolom komentar postingan berita tersebut. Di antaranya, netizen @er**g*_r*c*ng_a*q berkomentar ‘Ada apa dibalik itu semua..?’, lalu akun @lala_la2425 berkomentar ‘berawal dari bapaknya yg menjadi koruptor menurun ke anaknya. emang bibit itu ga jauh dari orang tuanya sembari menambahkan emoticon’, setelah itu akun @hamdanisyahputra131313 menimpali komentar di bawahnya ‘ada cieee cieee.. (ditambah dua emoticon hati) cocok serasi, satu binor satu lagi lakor (ditutup dua emoticon tertawa)’. Kemudian netizen @ar*na.yi berkomentar ‘cocok ya mereka’, lantas @hamdanisyahputra131313 menjadi komentator atas komentar tersebut dengan tulisan ‘tinggal nunggu undangan’. Kemudian @bolone*ana_id berkomentar ‘semoga berjodoh’, Hamdani membalas ‘aamiin’.
Lalu akun @gina**vita berkomentar ‘Mirip’, dan Hamdani juga membalas ‘Soulmate’ sembari menambahkan stiker emoji wajah tersenyum dengan mata berbentuk hati.
Dan update terkini, sesuai pantauan Nusantaraterkini.co, Rabu (20/8/2025) sore, postingan berita tersebut tak ada lagi alias hilang (tak nampak lagi) pada tampilan postingan di akun Instagram tersebut.
Erni Ariyanti Sitorus dan Hamdani Syahputra Adjam diketahui sama-sama sebagai kader Partai Golkar Sumut.
Erni Ariyanti Sitorus menjabat Ketua DPRD Provinsi Sumut, dan Hamdani Syahputra Adjam menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupeten Deli Serdang.
Erni juga merupakan adik kandung Hendri Yanto Sitorus, Ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu Utara yang kini juga menjabat Bupati Labuhanbatu Utara dan digadang-gadang maju dalam kontestasi perebutan Ketua DPD Partai Golkar Sumut.
Sementara, Hamdani Syahputra Adjam yang juga Ketua DPD Partai Golkar Deli Serdang, adalah Abang Ipar dari Musa Rajekshah yang kini masih menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sumut juga Anggota DPR RI dan dipastikan maju kembali karena telah mengantongi dukungan mayoritas pemilik suara.
Situasi jelang Musda Golkar Sumut yang jadwalnya belum ditentukan DPP Partai Golkar ini pun masih terus menimbulkan suasana ketegangan opini di antara dua kubu, yakni pendukung Hendri maupun pendukung Ijeck.
Bantah Perseteruan Jelang Musda Golkar Sumut
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Deerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, Erni Ariyanti Sitorus membantah laporannya ke Polda Sumatera Utara terhadap Wakil Ketua DPRD Deliserdang Hamdani Syaputra Adjam dilatarbelakangi cipta kondisi jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumut.
“Ah bohong, bohong, tidak ada kaitannya ya,” jawab Erni Aryanti Sitorus saat diwawancarai Nusantaraterkini.co usai menghadiri satu kegiatan di Istana Maimun, Medan, Rabu (20/8/2025).
Erni menjelaskan, kasus ini terkait dugaan pencemaran nama baik dirinya sebagai pribadi bukan pejabat publik.
“Pencemaran nama baik dan pelecehan secara verbal terhadap saya, sebagai ibu, istri dan perempuan,” sebutnya dari dalam mobilnya.
Saat disinggung lagi, apakah latarbelakang laporan tersebut karena menjelang Musda Golkar Sumut, Erni Kembali menepisnya.
“Tidak ada kaitannya,” jawabnya lagi.
(cw7/nusantaraterkini.co)
