Nusantaraterkini.co, MOSKOW - Kanselir Jerman Olaf Scholz meminta Iran untuk tidak membalas serangan Israel terhadap fasilitas militer mereka untuk menghindari eskalasi lebih lanjut di wilayah tersebut.
"Pesan saya kepada Iran jelas: respons eskalasi besar-besaran seperti itu tidak bisa berlangsung selamanya. Hal ini harus dihentikan sekarang dan memberikan peluang bagi pembangunan damai di Timur Tengah," ucap Scholz di platform X seperti dilansir dari Antara, Minggu (27/10/2024).
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Pemimpin Jerman itu juga menyerukan pembebasan semua sandera Israel yang ditahan oleh gerakan Palestina Hamas di Jalur Gaza dan gencatan senjata di daerah kantong Palestina tersebut.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
Scholz juga mendesak Israel dan gerakan Hizbullah Lebanon untuk mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dalam rangka memfasilitasi terjadinya de-eskalasi di Lebanon.
Sebagaimana diberitakan, tentara rezim zionis pada Sabtu (26/10/2024) malam, mengatakan bahwa mereka telah menyerang sasaran militer di Iran sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap Israel pada tanggal 1 Oktober.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
Stasiun televisi CBS News melaporkan, mengutip sumber, bahwa serangan Israel terhadap Iran terbatas pada sasaran militer tanpa menargetkan fasilitas nuklir atau perminyakan.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
(*/Nusantaraterkini.co)
