Nusantaraterkini.co PALEMBANG — Mantan Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Nasrun Umar, menyebut wafatnya Alex Noerdin pada, Rabu (25/2/2026) sebagai kehilangan besar bagi Bumi Sriwijaya terhadap sosok pemimpin visioner yang berhasil memperjuangkan proyek strategis nasional seperti Light Rail Transit (LRT) ke daerah.
Nasrun, yang mendampingi kepemimpinan Alex selama satu dekade, menilai keberhasilan "menggolkan" proyek LRT pertama di Indonesia tersebut merupakan bukti kegigihan almarhum dalam melobi pemerintah pusat.
Selain infrastruktur, ia menegaskan jika warisan sejati almarhum terletak pada keberanian mengeksekusi program sekolah dan berobat gratis yang menjadi barometer pembangunan sosial di masanya.
Baca Juga : Gandi Islamiyani, Bocah Simbol Pendidikan Gratis Kini jadi Pejuang di Depan Papan Tulis
“Bagi saya, beliau itu sosok orang tua, kakak, guru, mentor, sekaligus sahabat yang bisa diajak bicara dalam suka dan duka. Beliau berjasa menggolkan LRT Sumsel, Pemprov selama satu tahun berjuang mewujudkan itu. Itu adalah impian beliau,” ujar Nasrun Umar, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, rekam jejak Alex Noerdin sebagai Bupati Musi Banyuasin dua periode dan Gubernur Sumsel dua periode menunjukkan kematangan perpaduan antara birokrat dan politikus yang berorientasi pada kemajuan wilayah.
Baca Juga : Pemprov Sumsel Tanggung Biaya Pemulangan Korban Bus ALS beserta Keluarga
Ia meyakini jika standar kepemimpinan yang ditinggalkan almarhum akan menjadi tantangan sekaligus inspirasi bagi pemimpin Sumatera Selatan di masa depan.
Baca Juga : Layanan Kesehatan dan Publik di Sumsel Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran
"Saya pribadi, dan menurut saya sebagian besar masyarakat Sumsel, kehilangan sosok yang banyak menorehkan amal kebajikan dalam hidupnya," katanya.
Nasrun berharap agar gaya kepemimpinan yang berfokus pada pelayanan publik dan pembangunan masif dapat kembali hadir di tengah masyarakat Sumatera Selatan.
“Dari lubuk hati paling dalam, saya berharap suatu saat Sumsel kembali memiliki pemimpin seperti ini,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
