Oleh: Feriansyah Nasution
Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus seperti hidup di zaman jahiliya atau zaman kegelapan, padahal kini zaman sudah sangat terang benderang bahkan era teknologi digital yang menembus sekat kehidupan pribadi.
Tak bisa dimungkiri media sosial sebagai sarana bersilaturahmi, bersenda gurau, berkelakar, saling memuji, sindir-menyindir, hingga mengeritik tajam.
Baca Juga : Polda Sumut Tetapkan Wakil Ketua DPRD Deliserdang Tersangka Kasus ITE
Apalagi bagi seorang pejabat publik. Tentunya saat ini kritik tajam sering dialamatkan oleh masyarakat melalui postingan di media sosial, bahkan pun sampai tak ada sungkan berkomentar pedas di akun-akun pribadi milik pejabat yang merupakan tokoh publik yang digaji dari uang rakyat.
Tak usah jauh kita mencari contoh di Jakarta atau pusat kekuasaan. Kita langsung saja mengambil contoh di Sumatera Utara.
Bagaimana beberapa waktu lalu, seorang Bobby Nasution yang merupakan 'Orang Nomor Satu' di Sumut alias Menduduki Jabatan Gubernur Sumatera Utara, mampu melewati serangan bertubi-tubi bahkan bombardir komentar-komentar negatif masyarakat/netizen di media sosial terkait Kepemilikan 4 Pulau-antara Aceh vs Sumut yang viral sejagad.
Baca Juga : Berhalangan Hadir, DPD Golkar Sumut Jadwal ulang Pemanggilan Erni dan Hamdani
Meski sempat 'figh' dengan memosting ulang caci-maki sesosok manusia yang bahkan menyerang kehormatan nama baik keluarganya, tapi akhirnya Bobby Nasution tak sampai mau membawa ke ranah hukum.
Ia mengambil sikap penuh sabar. Ia pun 'tak membenarkan' sikap pendukungnya yang malah mendahului melangkah ke Polda Sumatera Utara dengan berkomentar minta semua pendukung menarik laporan polisi yang telah dibuat perihal tersebut.
Dan kini, ketika terkenang peristiwa itu, sangat layak kiranya Muhammad Bobby Afif Nasution, nama panjang dari Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara, mendapatkan Standing Applause. Ia menang dalam menghadapi haru-biru dan 'keganasan' masyarakat/netizen di media sosial.
Seketika persoalan beralih topik demi topik hingga soal Topan Obaja Putra Ginting terjerat OTT KPK, Topan Obaja yang merupakan 'pasukan' Bobby Nasution di Pemko Medan hingga di Pemprov Sumut dan kerap disebut orang kepercayaannya yang sangat dekat, tapi ia tak terpancing mencari-cari komentar negatif yang mengkait-pautkan kasus tersebut dengnya bahkan dari sudut pandang 'sangat kasar' sekalipun untuk dibawanya ke ranah hukum. Sampai sekarang itu tak terjadi!.
Sehingga dari pengalaman kesabaran Sang Gubernur Muda ini yang juga adalah Adik Ipar dari Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden Republik Indonesia, Ketua DPRD Sumut yang juga sosok yang masih terbilang muda harus banyak belajar menyerap ilmu kesabaran Muhammad Bobby Afif Nasution.
Jangan persoalan komentar yang masih sangat multi tafsir pada postingan berita di sebuah akun media sosial yang kerap memberitakan, malah dijadikan dasar untuk melaporkan seseorang. Bahkan orang atau akun yang dilaporkan pun dipilih. Bukan semua yang berkomentar multi tafsir ia laporkan.
Ibu Ketua DPRD diharapkan tak membuat 'cemen' Sumatera Utara. Karena Anda adalah Sang Ketuanya Wakil Rakyat Sumatera Utara.
Anda dipercaya menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara berdasarkan surat dari DPD Partai Golkar Sumatera Utara yang disahkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan lewat mekanisme di DPRD Sumut.
Mestinya bersikap lah sabar dan mengerti posisi sebagai pejabat publik. Bukan menitikberatkan diri sebagai pribadi (perempuan atau Ibu Rumah Tangga).
Perebutan Kursi Ketua Golkar Sumut
Sorotannya adalah, janganlah polemik perebutan kursi partai untuk 'trah' keluarga membuat Ibu Ketua bertindak 'gelap mata'. Sehingga sangat kentara atau menampakkan sekali hendak 'mencari celah'.
Tapi jika pun ada niatan kuat untuk memenangkan 'trah', maka berusahalah secara terus-menerus dan sekuat daya mendekati dan merebut hati pemilik suara Musda Partai Golkar Sumatera Utara.
Namun demikian, bila juga ujungnya tak bisa. Maka bersabarlah.
Innallaha ma'ashobirin. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Laa Taghdob Walakal Jannah. Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.
Diketahui, berdasarkan pemberitaan, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus melaporkan Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Hamdani Syahputra Adjam ke Polda Sumut.
Disebut, Laporan Erni Ariyanti ke Polda Sumut karena merasa nama baiknya tercemar di media sosial Instagram.
Laporan itu bernomor: STTLP/B/ 1330/VIII /2025/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 14 Agustus 2025.
Laporan tersebut dibuat usai pemberitaan pada sebuah akun media sosial, yang ternyata belakangan, setelah dipantau pada akun medsos tersebut tak tampak lagi postingan beritanya alias hilang (kemungkinan besar sudah dihapus).
Sementara Erni Ariyanti hanya melaporkan satu akun dari banyak akun komentator postingan yang kini telah 'hilang' tersebut.
Sempat diketahui banyak mata, judul pemberitaan pada posting Instagram yang viral namun telah hilang itu, adalah: ‘Bestie Politik’ Erni dan Bobby Dinilai Melemahkan Fungsi Pengawasan Legislatif.
Banyak komentar atas postingan akun tersebut. Akun @hamdanisyahputra131313 diketahui milik Hamdani Syahputra Adjam, Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, hanya mengomentari komentar dari beberapa akun di kolom komentar postingan berita tersebut.
Artinya akun @hamdanisyahputra131313 tak langsung menjadi pengomentar utama. Lebih tepat diistilahkan ia menjadi komentator dari pengomentar utama atau subkomentator.
Misalnya netizen @ar*na.yi berkomentar ‘cocok ya mereka’, lantas @hamdanisyahputra131313 menjadi komentator atas komentar tersebut dengan tulisan ‘tinggal nunggu undangan’. Kemudian @bolone*ana_id berkomentar ‘semoga berjodoh’, Hamdani membalas ‘aamiin’.
Lalu akun @gina**vita berkomentar ‘Mirip’, dan Hamdani juga membalas ‘Soulmate’ sembari menambahkan stiker emoji wajah tersenyum dengan mata berbentuk hati.
Erni Ariyanti Sitorus dan Hamdani Syahputra Adjam sama-sama sebagai kader Partai Golkar Sumut.
Erni Ariyanti Sitorus menjabat Ketua DPRD Provinsi Sumut dari Partai Golkar, dan Hamdani Syahputra Adjam menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupeten Deli Serdang dari Partai Golkar.
Lebih jauh Erni Ariyanti Sitorus adalah adik kandung Hendri Yanto Sitorus, yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu Utara yang kini juga menjabat Bupati Labuhanbatu Utara.
Keduanya adalah anak dari H. Khairuddin Syah Sitorus yang karib disapa Haji Buyung, mantan Bupati Labuhanbatu Utara.
Abang Erni, Hendri Yanto Sitorus digadang-gadang dan disebut siap maju dalam kontestasi perebutan Ketua DPD Partai Golkar Sumut, meski sejauh ini masih hanya mengantongi satu dukungan resmi yang tak lain dari dirinya sendiri yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Labura.
Sedangkan dukungan yang diklaim dari Nias Barat untuk Hendri Yanto Sitorus masih simpang siur karena masih terjadi keributan antar pengurus Golkar Nias Barat. Lantaran semula mereka mendukung Musa Rajekshah alias Ijeck, tiba-tiba Ketuanya Era Era Hia mengeluarkan pernyataan mendukung Hendri, yang buru-buru dibantah pengurus lainnya termasuk Sekretarisnya dan Ketua Hariannya.
Sementara, Hamdani Syahputra Adjam yang juga Ketua DPD Partai Golkar Deli Serdang, adalah Abang Ipar dari Musa Rajekshah yang kini masih menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sumut dan dipastikan maju kembali karena telah mengantongi dukungan politik 32 dari 33 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se Sumut.
Belum lagi dukungan pemilik suara lainnya, seperti dari Hasta Karya (Organisasi Pendiri dan Organisasi Yang Didirikan Partai Golkar). Misalnya dari Organisasi Pendiri: Soksi, Kosgoro, dan MKGR, sudah terang-terangan meminta Ijeck melanjutkan lagi kepemimpinan Partai Golkar di Sumatera Utara lima tahun mendatang, karena dinilai gemilang menjadikan Golkar juara sehingga mendudukkan kader Golkar sebagai Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Tambah lagi penilaian dari banyak tokoh masyarakat, aktivis, akademisi dan praktisi politik di Sumatera Utara menggambarkan masih menjagokan Ijeck ketimbang Hendri.
Itu bukan isapan jempol semata, tapi fakta! Kalau tak percaya, lihatlah sikap-sikap mereka di media massa. Atau kalau tak percaya juga, cobalah voting terbuka jika dianggap tak berlebihan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.
Demikian.Tabik.
Penulis adalah Redaktur Pelaksana Nusantaraterkini.co
- Komentar Medsos Dipilih dan Dilaporkan Ketua DPRD Sumut ke Polisi
- Erni Ariyanti Sitorus Harus Belajar dari Gubernur Bobby Nasution
- Hamdani Syahputra Adjam
- Musa Rajekshah
- Ijeck
- Hendri Yanto Sitorus
- Haji Buyung
- Polda Sumut
- Partai Golkar
- Kader Golkar
- Ketua DPD Partai Golkar Sumut
- Musda Partai Golkar Sumut
- DPP Partai Golkar
