Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kurs Rupiah Spot Turun 1,31% ke Level Rp16.222 Per Dolar AS Dalam Sepekan

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kurs rupiah ditutup melemah sepanjang pekan ini. Dalam sepekan, rupiah spot turun 1,31% ke Rp 16.222 per dolar Amerika Serikat (AS).(kontan)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Kurs rupiah ditutup melemah sepanjang pekan ini. Dalam sepekan, rupiah spot turun 1,31% ke Rp 16.222 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Sementara, kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) turun 1,77% ke Rp 16.270 per dolar AS.

BACA: Kurs Rupiah Terus Melemah Dibuka di Level Rp16.023 Per Dolar AS di Perdagangan Senin (16/12/2924) Pagi Ini

Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

Menanggapi al tersebut, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab pelemahan rupiah. 

Pertama, meski the Fed baru saja menurunkan suku bunga 25bps, tetapi prospek pemangkasan suku bunga di 2025-2026 turun.

BACA: Kurs Rupiah Melemah 1,16% ke Level Rp16.287 Per Dolar AS Imbas Keputusan The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan 25 bps

Baca Juga : DPR Ingatkan Lonjakan Dolar AS Ancam Ketahanan Pangan, Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor

Kedua, kondisi geopolitik di Eropa lantaran adanya keterlibatan pihak ketiga, yakni Eropa dan Amerika. Apalagi pasca tewasnya jenderal bintang satu Rusia di Rusia sehingga memunculkan wacana perang ketiga.

"Selanjutnya, kondisi ekonomi global, seperti di China yang masih melambat yang tergambar dari data penjualan rumah yang turun," terangnya.

BACA: Hore! Kurs Rupiah Berhasil Rebound Dibuka di Level Rp16.088 Per Dolar AS di Perdagangan Rabu (18/12/2024) Pagi Ini

Baca Juga : Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.000! Simak Kurs Terbaru

Dari internal, adanya gonjang-ganjing PPN 12%. Menurut Ibrahim, walaupun pemerintah memberikan insentif, tetapi masih terlalu mini.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana menambahkan bahwa pelemahan rupiah pekan ini juga akibat capital flight yang terjadi. 

"Capital flight cukup besar karena risiko ketidakpastian," sebutnya.

Baca Juga : Kurs Rupiah Diramalkan Masih dalam Tekanan Dari Dolar AS Didukung Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Untuk pekan depan, rupiah diperkirakan masih akan tertekan. Fikri menyebut, pekan depan sudah memasuki pekan terakhir sehingga pasar akan berhati-hati, setidaknya sampai Trump menjabat. 

Ditambah, ada pernyataan bahwa Trump akan memulangkan imigran gelap dari Meksiko yang semakin meningkatkan volatilitas.

Fikri memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.000 - Rp 16.300 per dolar AS selama pekan depan. Sementara pada Senin (23/12) rupiah diperkirakan di kisaran Rp 16.200 - Rp 16.350.

Baca Juga : Analis Pasar: Kurs Rupiah Diprediksi akan Bergerak Konsolidasi Setelah Menguat pada Selasa (24/12/2024) Lalu

Sementara Ibrahim memproyeksikan rupiah di Rp 16.350 - Rp 16.450 per dolar AS pada pekan depan. Sementara di awal pekan rupiah di kisaran Rp 16.210 - Rp 16.270 per dolar AS.(kontan)