Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia mengatakan bila sangat penting untuk menjaga kedaulatan RI di daerah perbatasan terutama Natuna.
Pada dasarnya, Farah mengerti bila Tiongkok ini merupakan salah mitra dagang utama Indonesia, untuk itu Farah menyatakan bila jangan sampai kedaulatan Indonesia di Natuna terganggu.
Baca Juga : BMKG: Ex-Siklon Tropis SENYAR Berpotensi Jadi Siklon Kategori 1, Waspada Dampak di Sejumlah Wilayah
"Berbicara tentang kedaulatan tentu kita harus berpikir tentang kedaulatan negara tapi kita berpikir bahwa China ini mitra dagang utama Indonesia, sehingga bagaimana caranya kedaulatan RI di Natuna bisa terjaga," kata Farah melalui keterangannya, Selasa (3/12/2024).
Baca Juga : Klaim Tumpang Tindih di Laut China Selatan Butuh Solusi Konkret
Farah yang juga politikus muda PAN ini mengharapkan supaya Indonesia bisa lebih tegas lagi dalam menunjukan posisi Indonesia terkait Natuna tanpa mengganggu kerjasama Indonesia dengan Tiongkok.
Untuk itu, Farah mendorong pentingnya ketegasan dari pemerintah Indonesia salah satunya Kemenlu dalam menjaga kedaulatan RI di Natuna.
Baca Juga : AFF U19 2026: Kick Off 16.00 WIB, Susunan Pemain Resmi Myanmar vs Vietnam
Hal penting yang menjadi catatan lainnya adalah jangan sampai Indonesia ini menjadi terbelenggu terkait menjaga kedaulatan di Natuna.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis, Pakar Desak Kejagung Gandeng PPATK Usut Aliran Dana
"Banyak harapan supaya indonesia bisa lebih tegas lagi soal natuna dan tidak memiliki ketergantungan terhadap tiongkok karena politik luar negeri inikan bermotto bebas aktif," harap legislator dapil Jabar ini.
Farah yang juga puteri dari Kabarharkam Polri Komjen Pol Fadil Imran tersebut menyadari bila Tiongkok merupakan mitra utama Indonesia dalam melakukan perdagangan namun ia menekankan jangan sampai Indonesia memiliki ketergantungan tinggi terhadap Tiongkok.
Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen
"Untuk itu diharapkan Indonesia bisa punya kekuatan dengan menyiapkan langkah-langkah apa yang harus diambil supaya kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap Tiongkok," pungkasnya.
Baca Juga : 80 Tahun Pengadilan Tokyo: Tiongkok Tagih Janji Jepang Hadapi Sejarah Masa Lalu
(cw1/Nusantaraterkini.co)
