Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mahasiswa Binus Kembangkan Alat AI untuk Bangunkan Sopir Saat Ngantuk, Begini Cara Kerjanya

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Perangkat Daely berbasis teknologi AI dan IoT yang dikembangkan mahasiswa Binus, dalam kompetisi Samsung Innovation Campus Batch 5. Foto: Aditya Panji/kumparan
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, MEDAN - Sekelompok mahasiswa Binus University Alam Sutera, mengembangkan alat berbasis AI dan IoT, yang berguna untuk mendeteksi pengemudi mobil yang mengantuk, dan akan memberi suara peringatan jika sopir itu terus mengantuk. 

Prototype perangkat itu diberi nama Daely: AI and IoT based Drowsiness Detection System for Drivers.

Perangkat Daely ditempatkan di dashboard mobil depan setir, sejajar dengan mata pengemudi. Ia dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengemudi mobil dan meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga : VIDA Hadirkan ID FraudShield: Solusi Teknologi Deteksi Penipuan Identitas dengan Sistem Pertahanan Berlapis

Perangkat mereka didasarkan pada kamera ESP32 CAM dan layar LCD I2C, yang kemudian terhubung dengan USB di mobil, sebagai sumber daya listrik.

Adapun pengembangan teknologi AI dan IoT memanfaatkan tiga model teknologi sekaligus, agar perangkat dapat melakukan deteksi dan memberi peringatan lebih baik, ketimbang hanya menggunakan satu model teknologi.

Pengembangkan prototype Daely merupakan buah karya dari mahasiswa Binus University dalam mengikuti kompetisi Samsung Innovation Campus Batch 5 yang berjalan sejak 7 bulan lalu. Tim ini terdiri dari Jessica Lynn Wibowo, Axel Nino Nakata, Jehoiada Wong, Aretha Natalova Wahyudi. Karya mereka keluar sebagai juara Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 5 2023/2024 untuk kategori Universitas.

Baca Juga : KAI Sumut Gunakan Teknologi TGT untuk Pastikan Rel Presisi dan Perjalanan Minim Guncangan

Menurut Axel Nino Nakata, perangkat mereka akan memberikan peringatan ketika mendeteksi kondisi berisiko tinggi akibat mengantuk. Sejauh ini alat tersebut dapat mendeteksi tiga kategori mengantuk di mobil, lalu memberi tiga audio peringatan.

"Suara peringatan yang terkencang dan terpanjang dikeluarkan kalau level mengantuknya sudah parah. Di situ diharapkan pengemudi bisa beristirahat atau bisa gantian dalam mengemudi," kata Axel, dalam jumpa pers di Jakarta, dikutip kumparan, Kamis (19/9/2024).

Ke depan, para mahasiswa ingin membawa perangkat mereka ke level bisnis, dan membuka potensi dengan perusahaan otomotif. 

Baca Juga : Peneliti USU Temukan Inovasi Mesin Diesel Ramah Lingkungan Pakai Nano-Additives

Axel mengharapkan perangkat Daely dapat dihubungkan dengan sistem setir atau sistem pengereman pada mobil, demi meningkatkan keselamatan pengemudi agar terjaga dari kantuk.

(Dra/nusantaraterkini.co).